PM Viktor Orban, Sekutu Trump, Kalah Pemilu Hongaria setelah 16 Tahun Berkuasa
Senin, 13 April 2026 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
"Untungnya kita memiliki banyak teman di dunia. Dari Amerika hingga China hingga Rusia dan dunia Turki," katanya.
Orban telah memfokuskan diri menjadikan Ukraina sebagai topik utama kampanyenya, menggambarkan negara tetangga tersebut, yang sedang melawan invasi Rusia, sebagai negara yang "bermusuhan" dengan Hongaria.
Dia juga berjanji untuk melanjutkan tindakan keras terhadap "organisasi masyarakat sipil palsu, jurnalis, hakim (dan) politisi yang dibeli".
Maria Toth, seorang ibu rumah tangga berusia 31 tahun dengan dua anak, mengatakan kepada AFP di sebuah tempat pemungutan suara di Budapest: "Sangat penting bagi kami agar Viktor Orban tetap berkuasa".
"Saya merasa Hongaria dikepung dari begitu banyak arah dan kekuatan besar seperti Brussels mencoba mendikte bagaimana kita hidup," tambahnya.
Kepala staf Orban, Gergley Gulyas, mengatakan sebelumnya pada hari Minggu bahwa dia tidak melihat, untuk saat ini, "pelanggaran apa pun yang akan mempertanyakan hasil akhir".
Setelah pemungutan suara, Magyar meminta para pemilih untuk melaporkan dugaan pembelian suara, intimidasi, atau pelanggaran lainnya, sambil mendesak agar tetap tenang.
Orban telah memfokuskan diri menjadikan Ukraina sebagai topik utama kampanyenya, menggambarkan negara tetangga tersebut, yang sedang melawan invasi Rusia, sebagai negara yang "bermusuhan" dengan Hongaria.
Dia juga berjanji untuk melanjutkan tindakan keras terhadap "organisasi masyarakat sipil palsu, jurnalis, hakim (dan) politisi yang dibeli".
Maria Toth, seorang ibu rumah tangga berusia 31 tahun dengan dua anak, mengatakan kepada AFP di sebuah tempat pemungutan suara di Budapest: "Sangat penting bagi kami agar Viktor Orban tetap berkuasa".
"Saya merasa Hongaria dikepung dari begitu banyak arah dan kekuatan besar seperti Brussels mencoba mendikte bagaimana kita hidup," tambahnya.
Kepala staf Orban, Gergley Gulyas, mengatakan sebelumnya pada hari Minggu bahwa dia tidak melihat, untuk saat ini, "pelanggaran apa pun yang akan mempertanyakan hasil akhir".
Setelah pemungutan suara, Magyar meminta para pemilih untuk melaporkan dugaan pembelian suara, intimidasi, atau pelanggaran lainnya, sambil mendesak agar tetap tenang.
(mas)
Lihat Juga :