Kacau, Iran Disebut Kehilangan Jejak Ranjau-ranjau yang Disebar di Selat Hormuz

Minggu, 12 April 2026 - 09:28 WIB
loading...
A A A
Kelanjutan situasi ini dipandang sebagai titik hambatan utama dalam negosiasi, di mana Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa menuntut "pembukaan Selat Hormuz total, segera, dan aman" sebagai dasar untuk memulai negosiasi antara kedua negara.

Kemudian pada hari Jumat, Trump mengatakan bahwa satu-satunya pilihan Iran adalah bernegosiasi, menyebut penutupan Hormuz sebagai "pemerasan jangka pendek terhadap dunia."

Lalu lintas Selat Hormuz di Bawah Rata-rata Normal


Menurut situs MaritimeTraffic, Selat Hormuz mengalami peningkatan jumlah kapal yang melintasinya, dengan sembilan kapal datang dan pergi pada hari Kamis.

Meskipun jumlahnya hampir dua kali lipat dari jumlah kapal yang dilaporkan pada hari sebelumnya, angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata sebelum perang, yang biasanya lebih dari 130 kapal per hari.

Situs tersebut mencatat bahwa, karena kurangnya lalu lintas, risiko operasional di Selat tersebut sebagian besar tetap tidak berubah, dengan pergerakan masih bergantung pada persetujuan Iran untuk melintasi jalur air di dalam perairan teritorial Iran.

Perbedaan utamanya adalah tidak ada serangan baru yang dilaporkan, dengan serangan drone dan roket Iran menjadi salah satu kekhawatiran utama —bersama dengan ranjau laut—bagi kapal-kapal yang melintasi Selat tersebut.

Sementara itu, militer AS mengeklaim dua kapal perangnya telah melewati Selat Hormuz untuk pertama kalinya sejak perang Amerika-Israel melawan Iran dimulai 28 Februari. Namun, Teheran menyangkal klaim Washington tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup H Piala Dunia 2026: Dongeng Cape Verde Baru Dimulai!
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Berita Terkini
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved