Trump Kesal Iran Pungut Biaya pada Kapal-kapal yang Lewat Selat Hormuz

Jum'at, 10 April 2026 - 07:17 WIB
loading...
Trump Kesal Iran Pungut...
Presiden AS Donald Trump kesal setelah Iran dilaporkan memungut biaya pada kapal-kapal yang lewat Selat Hormuz selama gencatan senjata berlangsung. Foto/NDTV
A A A
TEHERAN - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kesal kepada Iran karena mengenakan pungutan biaya kepada kapal-kapal tanker yang melewati Selat Hormuz. Dia memperingatkan Teheran untuk berhenti melakukannya.

Teheran telah setuju untuk membuka kembali jalur perairan penting tersebut sebagai bagian dari gencatan senjata selama dua minggu, yang dimulai sejak Rabu. Namun, negara Islam itu dilaporkan menutup kembali selat tersebut dengan alasan Israel terus membombardir Lebanon yang menewaskan ratusan orang.

Baca Juga: Iran Tutup Lagi Selat Hormuz setelah 100 Rudal Israel Bunuh 254 Orang di Lebanon

"Ada laporan bahwa Iran memungut biaya kepada kapal tanker yang melewati Selat Hormuz—Sebaiknya mereka tidak melakukannya, dan jika memang melakukannya, mereka harus segera berhenti!" tulis Trump di platform Truth Social miliknya, seperti dikutip dari AFP, Jumat (10/4/2026).

Laporan dari Financial Times menyebutkan bahwa rezim Iran berencana mengenakan biaya sebesar USD1 per barel minyak untuk kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, dengan pembayaran dilakukan dalam mata uang kripto.

Laporan lain dari The Wall Stret Journal menyatakan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meminta kapal-kapal yang ingin melewati Selat Hormuz untuk mengatur pembayaran tol terlebih dahulu dalam mata uang kripto atau yuan China selama gencatan senjata dua minggu dengan AS. Beberapa awak kapal bahkan melaporkan siaran yang memperingatkan bahwa kapal tanpa persetujuan berisiko menjadi sasaran serangan.

Hanya segelintir kapal yang diizinkan lewat pada hari-hari tertentu minggu ini, menurut data pengiriman yang dikutip oleh pelaku pasar, sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut.

Dalam pesan kedua beberapa menit kemudian, Trump menambahkan, "Dengan sangat cepat, Anda akan melihat minyak mulai mengalir, dengan atau tanpa bantuan Iran."

Pemimpin AS itu melanjutkan rentetan unggahan media sosialnya dengan unggahan lain yang menuduh "Iran melakukan pekerjaan yang sangat buruk, bahkan bisa dibilang tidak terhormat, dengan mengizinkan minyak melewati Selat Hormuz. Itu bukan kesepakatan yang kita miliki!"
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Berita Terkini
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved