AS Dinilai Kalah dalam Perang Iran, Ini Alasan yang Tak Terbantahkan

Kamis, 09 April 2026 - 07:01 WIB
loading...
A A A
Wakil Presiden AS JD Vance, berbicara dari Hongaria pada hari Rabu, menyebut gencatan senjata itu sebagai “gencatan senjata yang rapuh” dan mencemooh beberapa tawaran awal dari Iran. Vance akan memimpin negosiasi di pihak AS selama pembicaraan akhir pekan ini di Islamabad.

Anggota DPR Amerika dari Partai Republik, Don Bacon, seorang jenderal Angkatan Udara purnawirawan dan anggota Komite Angkatan Bersenjata DPR, menyambut baik jeda pertempuran tetapi memperingatkan bahwa AS hanya "mengulur waktu" dengan kesepakatan gencatan senjata.

“Selama rezim ini masih ada, mereka akan menjadi ancaman,” katanya. “Kita lebih aman hari ini karena Iran telah melemah secara signifikan. Tetapi pemerintah masih berkuasa dan itu berarti mereka akan mengancam kita dalam jangka panjang," imbuh dia.

Banyak hal yang masih belum pasti. Beberapa pengiriman komersial memang berhasil melewati Selat Hormuz pada hari Rabu sebelum Teheran menutupnya kembali karena Israel membombardir target Hizbullah di Beirut Lebanon.

Iran bersikeras bahwa gencatan senjata mencakup penghentian permusuhan di Lebanon, sementara Trump Para pejabat Israel mengatakan bahwa ini adalah konflik terpisah dan berada di luar lingkup perang di Iran.

Perselisihan mengenai Lebanon—bersama dengan tuntutan ganti rugi dan jaminan keamanan—hanyalah beberapa dari masalah pelik yang harus ditangani para negosiator dalam pembicaraan mendatang.

Kedua belah pihak tampaknya siap untuk kembali ke medan perang jika perlu.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa "tangan kami tetap berada di pelatuk" jika pembicaraan damai gagal. Ini menggemakan komentar Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine sebelumnya pada hari itu bahwa pasukan AS akan tetap siap untuk berperang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Studi Ungkap Gurita...
Studi Ungkap Gurita Politik China dalam Jaringan Kriminal di Asia Tenggara
Iran Ingatkan AS Patuhi...
Iran Ingatkan AS Patuhi Perjanjian Damai: Jika Ingin Perang, Kami Siap
Rekomendasi
Roy Suryo Soroti Karya...
Roy Suryo Soroti Karya Jurnalistik Dijadikan Bukti dalam Dakwaan Dokter Tifa
Panas Ekstrem, Paris...
Panas Ekstrem, Paris Ubah Sungai Seine Jadi Pendingin Udara
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
Berita Terkini
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved