AS Dinilai Kalah dalam Perang Iran, Ini Alasan yang Tak Terbantahkan

Kamis, 09 April 2026 - 07:01 WIB
loading...
AS Dinilai Kalah dalam...
Warga Iran rayakan gencatan senjata dua pekan dengan AS. AS dan Iran sama-sama mengeklaim sebagai pemenang perang. Foto/X @AJEnglish
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memang menyatakan kemenangan dalam kampanye militernya melawan Iran hampir tepat 24 jam setelah Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata. Tetapi secara strategis, hal itu tidak terlihat demikian.

Pasukan Amerika telah mendominasi taktik, menenggelamkan kapal-kapal Angkatan Laut Iran, melumpuhkan kemampuan rudal balistik dan pembuatan drone-nya, dan menghancurkan sebagian besar pertahanan udaranya.

Baca Juga: Dunia Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, Dorong Perdamaian Abadi Timur Tengah

Namun, kelompok garis keras yang telah memerintah Teheran selama 47 tahun terakhir masih berkuasa. Iran masih memiliki persediaan uranium yang sangat diperkaya—salah satu alasan utama Presiden Donald Trump memulai perang. Iran juga dapat mengeklaim dominasi baru atas Selat Hormuz, ancaman yang semakin besar bagi pasar energi dunia. Itu beberapa alasan yang tak bisa dibantah bahwa AS bukanlah pemenang dalam perang ini.

Saat negosiasi dimulai akhir pekan ini di Pakistan untuk mengakhiri konflik secara permanen, perang tersebut telah menegaskan kembali signifikansi regional Iran, termasuk kemampuannya untuk menyerang negara-negara tetangganya dengan rudal dan drone—dan menimbulkan penderitaan ekonomi dan politik pada musuh-musuhnya.

“Saya tidak tahu bagaimana jin itu bisa kembali ke dalam botol tanpa AS secara besar-besaran mendefinisikan kembali tujuan strategis kita,” kata seorang pejabat pertahanan Amerika.

“Saya tidak dapat membayangkan apa yang dapat ditawarkan atau diancam AS kepada Iran saat ini yang menghasilkan hasil yang memuaskan," ujarnya, seperti dikutip Politico, Kamis (9/4/2026).

Menteri Perang Amerika Pete Hegseth pada hari Rabu mengemukakan narasi keberhasilan total, menawarkan serangkaian pencapaian AS sebagai "kemenangan bersejarah dan luar biasa" yang mencapai "setiap tujuan".

Namun, dia juga berjanji untuk tetap menempatkan pasukan AS di wilayah tersebut untuk memastikan Teheran mematuhi ketentuan gencatan senjata, sebuah langkah yang juga dapat membuat pasukan Amerika rentan terhadap serangan lebih lanjut.

Beberapa diplomat dan pejabat pertahanan skeptis terhadap pernyataan bos Pentagon tersebut.

"Menyatakan kemenangan dengan mengatakan bahwa ia akan menyerang Iran lebih lanjut tampaknya seperti kalah," kata seorang diplomat Asia, yang, seperti yang lainnya yang diwawancarai, memberikan syarat anonimitas untuk membahas topik yang sangat sensitif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Trump: AS Tak Akan Gulingkan...
Trump: AS Tak Akan Gulingkan Rezim Iran, Fokus Senjata Nuklir
Rekomendasi
Menhut Ngaku Sempat...
Menhut Ngaku Sempat Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing: Sudah Dikembalikan 17 Hari sebelum OTT
Status Gunung Anak Krakatau...
Status Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Berita Terkini
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved