Viral karena Kecam Serangan Iran, Qari Kuwait Mishary Alafasy Angkat Bicara
Senin, 06 April 2026 - 14:22 WIB
loading...
Mishary Rashid Alafasy, qari terkenal Kuwait yang lantang menentang serangan Iran terhadap negara-negara Teluk. Foto/Fikrokhabar English
A
A
A
KUWAIT CITY - Qari (pelantun ayat-ayat Al-Qur'an) terkenal asal Kuwait, Mishary Rashid Alafasy, telah viral di media sosial karena sikapnya yang menentang serangan Iran terhadap negara-negara Teluk dalam perangnya melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Gara-gara sikapnya tersebut, Alafasy merasa menjadi target serangan verbal online oleh kelompok-kelompok yang dia sebut pro-Iran dan pro-Ikhwanul Muslimin.
Baca Juga: Cara China Bantu Iran: Sodorkan Citra Satelit AI yang Ungkap Pangkalan AS di Timur Tengah
Menurutnya, reaksi-reaksi tersebut, termasuk penghinaan pribadi, menunjukkan pola pembalasan daripada ketidaksepakatan yang tulus.
Terlepas dari serangan verbal online, Alafasy menegaskan bahwa posisinya tetap tidak berubah. Dia menekankan komitmennya untuk membela negaranya, Kuwait, dan negara-negara Teluk, khususnya dalam menghadapi apa yang dia gambarkan sebagai agresi Iran yang berkelanjutan di kawasan tersebut.
Dia berpendapat bahwa tindakan tersebut secara tidak proporsional lebih memengaruhi negara-negara Teluk daripada Israel, sebuah poin yang telah berulang kali dia sampaikan dalam pernyataan sebelumnya.
Gara-gara sikapnya tersebut, Alafasy merasa menjadi target serangan verbal online oleh kelompok-kelompok yang dia sebut pro-Iran dan pro-Ikhwanul Muslimin.
Baca Juga: Cara China Bantu Iran: Sodorkan Citra Satelit AI yang Ungkap Pangkalan AS di Timur Tengah
Menurutnya, reaksi-reaksi tersebut, termasuk penghinaan pribadi, menunjukkan pola pembalasan daripada ketidaksepakatan yang tulus.
Terlepas dari serangan verbal online, Alafasy menegaskan bahwa posisinya tetap tidak berubah. Dia menekankan komitmennya untuk membela negaranya, Kuwait, dan negara-negara Teluk, khususnya dalam menghadapi apa yang dia gambarkan sebagai agresi Iran yang berkelanjutan di kawasan tersebut.
Dia berpendapat bahwa tindakan tersebut secara tidak proporsional lebih memengaruhi negara-negara Teluk daripada Israel, sebuah poin yang telah berulang kali dia sampaikan dalam pernyataan sebelumnya.
Lihat Juga :