Cara China Bantu Iran: Sodorkan Citra Satelit AI yang Ungkap Pangkalan AS di Timur Tengah

Senin, 06 April 2026 - 11:19 WIB
loading...
Cara China Bantu Iran:...
Perusahaan AI China, MizarVision, sodorkan citra satelit Pangkalan Prince Sultan di Arab Saudi pada 27 Februari, sehari sebelum perang AS-Israel melawan Iran. Foto/MizarVision
A A A
TEL AVIV - Komunitas intelijen Amerika Serikat (AS) mengungkap cara China membantu Iran dalam perang yang sedang berlangsung saat ini. Caranya adalah perusahaan Beijing menyodorkan citra satelit yang di-upgrade dengan aritificial intelligence (AI), yang menampilkan pangkalan-pangkalan Amerika di Timur Tengah untuk memudahkan identifikasi target.

ABC News telah diberi pengarahan tentang intelijen ini oleh sumber di internal pertahanan AS, yang mengatakan bahwa citra-citra tersebut membahayakan nyawa personel militer Amerika.

Baca Juga: Rudal Iran Tembus Iron Dome dan Gempur Gedung 7 Lantai Israel, 3 Orang Hilang

Perusahaan AI dan perangkat lunak geospasial China, MizarVision, yang sebagian kecil sahamnya dimiliki oleh pemerintah China, telah menerbitkan citra satelit terperinci dengan data penandaan dari beberapa situs militer AS menjelang dan selama perang Iran.

Citra tersebut menunjukkan alat AI yang mengidentifikasi dan menandai pasukan militer di wilayah yang luas, kemampuan yang dulunya membutuhkan sumber daya dari badan intelijen nasional.

Pentagon percaya bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menggunakan citra satelit yang di-upgrade dengan AI untuk membantu menargetkan situs, menurut seorang sumber di Badan Intelijen Pertahanan (DIA), cabang intelijen militer Amerika.

"Ini adalah contoh perusahaan China, yang kami yakini dengan niat jahat, menyediakan intelijen pada platform sumber terbuka yang memberikan informasi tentang protokol penargetan rudal dan pesawat tanpa awak [drone]," kata sumber DIA kepada ABC News, Senin (6/4/2026).

"Ini membahayakan nyawa warga Amerika, dan secara tidak langsung sekutu kami."

Australia memiliki tentara yang ditempatkan di Timur Tengah, termasuk di fasilitas Australia yang rusak akibat serangan Iran terhadap pangkalan udara Timur Tengah di Uni Emirat Arab, yang dihantam oleh proyektil Iran pada 18 Maret.

Seorang sumber pemerintah AS yang berbasis di Australia secara terpisah telah mengonfirmasi penilaian rahasia tersebut.

Perusahaan China tersebut telah menggunakan perangkat lunak tersebut untuk mengidentifikasi berbagai kemampuan militer, termasuk jenis pesawat tertentu, lokasi kapal angkatan laut, penempatan sistem pertahanan udara, dan radar.

Komite Pilihan bipartisan tentang Partai Komunis China, yang terdiri dari anggota Kongres AS, mengatakan bahwa intelijen China merupakan ancaman bagi pasukan Amerika yang memerangi Iran.

"Perusahaan yang terkait dengan Partai Komunis China (CCP) mengubah AI menjadi alat pengawasan medan perang melawan Amerika," kata komite itu dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook resminya bulan lalu.

"Ancaman dari ekosistem teknologi China bukanlah teori, tetapi ancaman yang nyata."

Pada akhir pekan, perusahaan satelit Planet Labs mengatakan pemerintah AS telah meminta semua penyedia citra satelit untuk menahan citra wilayah konflik tanpa batas waktu.

"Ada kekhawatiran yang nyata tentang penggunaan data Planet di Iran, serta periode risiko yang lebih panjang untuk citra terbaru," kata juru bicara perusahaan kepada ABC News sebelum pengumuman tersebut.

MizarVision tidak menanggapi permintaan berulang dari ABC News untuk memberikan komentar.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri China mengatakan perusahaan-perusahaan China selalu diharuskan "untuk menjalankan bisnis mereka sesuai dengan hukum dan peraturan".

"Dipahami bahwa citra satelit yang dirilis oleh perusahaan-perusahaan terkait diperoleh dari saluran sumber terbuka dan merupakan praktik pasar rutin," katanya kepada ABC News dalam sebuah pernyataan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Diserang AS Lagi, Iran...
Diserang AS Lagi, Iran Tutup Selat Hormuz Tembak 2 Kapal Tanker
Rekomendasi
EJAE Curi Perhatian...
EJAE Curi Perhatian di Pembukaan Piala Dunia 2026, Bawakan Lagu Resmi FIFA dalam Bahasa Korea
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
Kementerian HAM Kawal...
Kementerian HAM Kawal Penyelesaian Persoalan Tempat Ibadah Jemaat POUK Tesalonika Teluknaga
Berita Terkini
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved