Trump Tunda Serangan AS terhadap Jaringan Listrik Iran hingga 6 April di Tengah Perundingan

Jum'at, 27 Maret 2026 - 07:15 WIB
loading...
A A A
Trump telah menyerukan kepada sekutu untuk membantu membuka kembali selat tersebut, tetapi sejauh ini, ia menghadapi skeptisisme dari negara-negara NATO dan mitra lainnya.

Dalam rapat kabinet pada Kamis pagi, Trump menegaskan kembali posisinya bahwa Iran "memohon" kesepakatan untuk mengakhiri perang, meskipun serangan terus berlanjut terhadap pangkalan dan sekutu AS di seluruh wilayah tersebut.

Ia juga mengecam laporan media yang menyatakan Iran telah menolak rencana 15 poin AS untuk mencapai gencatan senjata.

“Mereka akan mengatakan, ‘Kami tidak bernegosiasi. Kami tidak akan bernegosiasi.’ Tentu saja, mereka bernegosiasi. Mereka telah dihancurkan. Siapa yang tidak akan bernegosiasi?” tanya Trump.

“Jika mereka membuat kesepakatan yang tepat, maka selat itu akan terbuka.”

Laporan di media AS menunjukkan Gedung Putih sedang mempertimbangkan operasi darat terhadap Iran, langkah yang menurut para analis akan menyebabkan eskalasi lebih lanjut.

Hingga saat ini, diperkirakan 1.937 orang telah tewas di Iran, dan 13 anggota militer AS telah meninggal. Puluhan kematian lainnya telah dilaporkan di sekitar Timur Tengah.

Namun, Iran membantah pembicaraan sedang berlangsung dan mengancam akan meningkatkan serangan di sekitar kawasan tersebut jika AS atau Israel menargetkan jaringan energi mereka.

Baca juga: Iran Ejek Tentara AS Kabur dari Pangkalan Militer dan Sembunyi di Hotel: Macan Kertas
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved