Iran Ejek Tentara AS Kabur dari Pangkalan Militer dan Sembunyi di Hotel: Macan Kertas

Jum'at, 27 Maret 2026 - 06:16 WIB
loading...
Iran Ejek Tentara AS...
Menlu Iran Abbas Araghchi. Foto/x
A A A
TEHERAN - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi telah mengeluarkan serangkaian pernyataan yang menuduh pasukan AS mundur dari instalasi militer di seluruh Teluk dan mencari perlindungan di daerah sipil.

Dalam unggahan di X, Araghchi menulis, “Sejak awal perang ini, tentara AS melarikan diri dari pangkalan militer di GCC untuk bersembunyi di hotel dan kantor. Mereka menggunakan warga GCC sebagai perisai manusia.”

Ia kemudian menambahkan pesan kedua yang ditujukan kepada otoritas Teluk, “Hotel-hotel di AS menolak pemesanan kepada perwira yang dapat membahayakan pelanggan. Hotel-hotel di GCC seharusnya melakukan hal yang sama.”

Dalam unggahan lain, Araghchi memperluas kritiknya terhadap kebijakan AS, dengan menyatakan, “AS mendukung blokade Gaza oleh Israel, memotong bantuan dengan dalih ‘keamanan’, namun mengutuk Iran karena membela diri di Selat Hormuz. Standar ganda: kejahatan Israel dianggap wajar sementara pembelaan Iran terhadap agresor dikutuk. Hukum internasional bukanlah alat yang mudah digunakan.”

Ia juga mengomentari pesan politik AS seputar perang, merujuk pada praktik propaganda historis, “Dikatakan bahwa Edward Bernays, pelopor persuasi massa, bertugas di Komite Informasi Publik dan bekerja untuk membantu Woodrow Wilson menggalang dukungan rakyat Amerika untuk perang di Eropa… Ketika ia dan Walter Lippmann bertemu presiden pada tahun 1917, mereka dilaporkan mengatakan ‘Kita dapat menjual perang kepada publik’.”

Pernyataan tersebut dibuat sebagai tanggapan terhadap laporan bahwa Presiden AS Donald Trump telah menerima pengarahan video yang telah dikurasi yang menyoroti serangan militer tertentu.

Militer ‘Macan Kertas’


Tuduhan tersebut diperkuat oleh kepemimpinan militer Iran, yang memberikan penilaian lebih luas tentang kemampuan AS di kawasan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Mayat Ditemukan Dekat...
Mayat Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Teror atau Kebetulan?
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Ini Isi Perjanjian Damai...
Ini Isi Perjanjian Damai AS-Iran yang Diklaim Trump, Tak Ada Ganti Rugi Perang
Rekomendasi
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved