6 Alasan Upaya Paksa Membuka Selat Hormuz Bisa Jadi Bumerang
Senin, 23 Maret 2026 - 21:55 WIB
loading...
A
A
A
Sekilas: Blokade Selat Hormuz
~20% aliran minyak & LNG global melewati Hormuz di masa damai
24 insiden kapal dilaporkan sejak 1 Maret, termasuk 11 kapal tanker (UKMTO)
8 pelaut tewas, 4 hilang, 10 luka-luka (IMO)
Pengiriman turun ~95% — dari ~120 transit harian menjadi hanya 124 penyeberangan dalam 3 minggu
~20.000 orang terdampak, termasuk pelaut, pekerja pelabuhan, dan awak lepas pantai
3.200 kapal terdampar di wilayah tersebut, banyak di antaranya kapal komersial besar
250 kapal tanker minyak terjebak di Teluk (≈5% dari kapasitas tanker global)
Harga bahan bakar kapal naik ~90%, sementara biaya pengiriman minyak mentah telah berlipat ganda
Pesawat tempur AS telah meningkatkan serangan di sepanjang pantai selatan Iran, menargetkan peluncur rudal, fasilitas drone, dan bunker bawah tanah. Para pejabat mengatakan tujuannya adalah untuk mengurangi ancaman terhadap kapal tanker minyak yang bergerak lambat sebelum mencoba memindahkannya melalui selat.
Namun, bahkan setelah berminggu-minggu pemboman, Iran masih memiliki kemampuan yang tersisa. Para pejabat militer mengakui bahwa meskipun kapasitas serangannya telah menurun secara signifikan, kemampuan tersebut belum sepenuhnya hilang.
Itu berarti setiap upaya untuk membuka kembali jalur pelayaran akan gagal.
~20% aliran minyak & LNG global melewati Hormuz di masa damai
24 insiden kapal dilaporkan sejak 1 Maret, termasuk 11 kapal tanker (UKMTO)
8 pelaut tewas, 4 hilang, 10 luka-luka (IMO)
Pengiriman turun ~95% — dari ~120 transit harian menjadi hanya 124 penyeberangan dalam 3 minggu
~20.000 orang terdampak, termasuk pelaut, pekerja pelabuhan, dan awak lepas pantai
3.200 kapal terdampar di wilayah tersebut, banyak di antaranya kapal komersial besar
250 kapal tanker minyak terjebak di Teluk (≈5% dari kapasitas tanker global)
Harga bahan bakar kapal naik ~90%, sementara biaya pengiriman minyak mentah telah berlipat ganda
3. Menetralisir Kemampuan Iran
Strategi yang paling mendesak adalah menetralisir kemampuan Iran untuk menargetkan kapal dari darat.Pesawat tempur AS telah meningkatkan serangan di sepanjang pantai selatan Iran, menargetkan peluncur rudal, fasilitas drone, dan bunker bawah tanah. Para pejabat mengatakan tujuannya adalah untuk mengurangi ancaman terhadap kapal tanker minyak yang bergerak lambat sebelum mencoba memindahkannya melalui selat.
Namun, bahkan setelah berminggu-minggu pemboman, Iran masih memiliki kemampuan yang tersisa. Para pejabat militer mengakui bahwa meskipun kapasitas serangannya telah menurun secara signifikan, kemampuan tersebut belum sepenuhnya hilang.
Itu berarti setiap upaya untuk membuka kembali jalur pelayaran akan gagal.
Lihat Juga :