6 Alasan Upaya Paksa Membuka Selat Hormuz Bisa Jadi Bumerang

Senin, 23 Maret 2026 - 21:55 WIB
loading...
A A A
Jalur pelayaran masih tetap berisiko.

4. Iran Sudah Memasang Ladang Ranjau

Yang lebih berbahaya adalah kemungkinan Iran telah memasang ranjau di selat tersebut.

Ranjau laut — beberapa dipasang langsung ke kapal, yang lain mengapung tepat di bawah permukaan atau tergeletak di dasar laut — adalah salah satu senjata paling sederhana namun paling merusak dalam peperangan maritim. Satu serangan yang berhasil dapat menghentikan lalu lintas sepenuhnya.

Membersihkannya adalah proses yang melelahkan dan memakan waktu. Para ahli mengatakan itu bisa memakan waktu berminggu-minggu, membutuhkan kapal khusus dan membuat para pelaut terpapar bahaya langsung.

Lebih buruk lagi, ketidakpastian itu sendiri sudah cukup untuk melumpuhkan pelayaran. Bahkan kecurigaan adanya ranjau dapat menghalangi kapal komersial untuk memasuki jalur air tersebut.

5. Iran Memiliki Taktik Serbu yang Cepat dan Tepat

Selain rudal dan ranjau, strategi angkatan laut Iran sangat bergantung pada kecepatan dan ketidakpastian.

Garda Revolusi negara itu mengoperasikan ratusan kapal serang cepat — kapal kecil dan lincah yang mampu melancarkan serangan mendadak menggunakan roket atau drone. Taktik "serbuan" ini dirancang untuk melumpuhkan pertahanan dan menciptakan kekacauan di jalur pelayaran yang padat.

Militer AS telah mengerahkan pesawat seperti pesawat tempur A-10 untuk memburu kapal-kapal ini, sambil juga menargetkan lokasi penyimpanan drone di sepanjang pantai. Namun, penggunaan pelabuhan sipil oleh Iran untuk melindungi aset mempersulit penargetan dan meningkatkan risiko kerusakan tambahan.


6. Menginvasi Kharg Jadi Benalu

Salah satu opsi paling agresif yang sedang dipertimbangkan adalah potensi serangan terhadap Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran.

Serangan AS telah melemahkan pertahanan di sana, menghantam puluhan target militer. Beberapa pejabat percaya bahwa merebut atau melumpuhkan pulau itu dapat melumpuhkan kemampuan Iran untuk membiayai perang.

Namun, operasi semacam itu akan menandai eskalasi besar. Serangan amfibi yang melibatkan ribuan Marinir — atau unit udara elit — akan menghadapi perlawanan dari pasukan Iran yang telah bercokol dan berisiko menyeret Amerika Serikat lebih dalam ke dalam konflik.

Bahkan di dalam pemerintahan, terdapat sinyal yang beragam. Meskipun Trump telah mengancam akan mengambil tindakan tegas, ia juga secara terbuka meremehkan kemungkinan pengerahan pasukan darat.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Berita Terkini
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved