Rumah Sakit Jiwa di China Jadi Sorotan atas Dugaan Penyalahgunaan

Minggu, 22 Maret 2026 - 12:59 WIB
loading...
Rumah Sakit Jiwa di...
Penggunaan skema penahanan psikiatris sebagai alat kontrol terhadap warga China kembali menjadi sorotan. Diduga terjadi pelanggaran sistemik di sejumlah institusi kesehatan mental. Foto/Greek City Times
A A A
JAKARTA - Penggunaan skema penahanan psikiatris sebagai alat kontrol terhadap warga kembali menjadi sorotan setelah laporan tak biasa dari media pemerintah China mengungkap dugaan pelanggaran sistemik di sejumlah institusi kesehatan mental.

Namun bagi para pembuat petisi (petitioner) dan aktivis hak asasi manusia (HAM), temuan tersebut dinilai bukan hal baru, melainkan konfirmasi atas praktik yang telah lama terjadi, yakni penggunaan rumah sakit jiwa untuk membungkam warga yang mengkritik otoritas atau mencari keadilan melalui jalur resmi.

Baca Juga: China Diduga Gunakan Rumah Sakit Jiwa untuk Bungkam Kritikus Politik

Pada 3 Februari, The Beijing News melaporkan adanya pelanggaran luas di rumah sakit jiwa di Provinsi Hubei, termasuk penahanan ilegal, diagnosis yang diduga direkayasa, penundaan pemulangan pasien, serta dugaan penyalahgunaan dana asuransi kesehatan publik.

Dikutip dari PML Daily, Minggu (22/3/2026), laporan tersebut menjadi salah satu pengakuan langka dari media yang dikendalikan negara mengenai praktik yang terjadi di dalam sistem tersebut.

Namun, wawancara dengan para petitioner dan aktivis menunjukkan bahwa kasus-kasus tersebut dinilai bukan insiden terisolasi, melainkan bagian dari pola yang lebih luas.

Sistem Pengaduan dan Pembatasan


China memiliki sistem pengaduan resmi yang dikenal sebagai xinfang, yang memungkinkan warga menyampaikan keluhan terhadap pemerintah daerah atau aparat.

Setiap tahun, banyak warga melakukan perjalanan ke Beijing untuk mencari intervensi dari otoritas pusat, terutama dalam kasus sengketa tanah, dugaan ketidakadilan hukum, atau konflik administratif.

Namun, sejumlah organisasi HAM menilai sistem tersebut lebih berfungsi sebagai mekanisme penyaringan daripada penyelesaian.

Para petitioner yang terus mengajukan keluhan sering kali dipandang sebagai sumber ketidakstabilan oleh pemerintah daerah.

Menurut sejumlah kesaksian yang dihimpun The Epoch Times, aparat lokal kerap mencegat petitioner sebelum mereka mencapai kantor pemerintah pusat.

Sebagian dari mereka dipulangkan atau ditahan sementara. Namun, sebagian lainnya dilaporkan mengalami bentuk penahanan yang lebih sulit dilacak, yakni rawat inap psikiatris secara paksa.

Penahanan Tanpa Proses Hukum


Berbeda dengan proses pidana, penahanan di fasilitas psikiatris tidak memerlukan sidang pengadilan atau putusan hukum.

Individu yang ditempatkan di rumah sakit jiwa tidak memiliki akses yang memadai untuk mengajukan banding atau berkomunikasi dengan dunia luar.

Setelah diberi label gangguan mental, mereka juga menghadapi kesulitan untuk membantah status tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Dibombardir AS, Asap...
Dibombardir AS, Asap Membubung di Pelabuhan Iran
Kesaksian Pilot Jet...
Kesaksian Pilot Jet Tempur F-15 AS: Drone-Drone Iran seperti Ranjau Darat
Rekomendasi
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Komedian Temon Meninggal...
Komedian Temon Meninggal Dunia, Aldi Taher: Saya Bersaksi Abang Orang Baik
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
Berita Terkini
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved