China Diduga Gunakan Rumah Sakit Jiwa untuk Bungkam Kritikus Politik

Senin, 03 Februari 2025 - 10:45 WIB
loading...
China Diduga Gunakan...
Blogger Li Yixue disiksa di rumah sakit jiwa sebagai hukuman karena mengkritik Partai Komunis China. Ini menguatkan dugaan China menggunakan rumah sakit jiwa untuk bungkam pengkritik. Foto/SCMP
A A A
JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah laporan yang merinci penggunaan fasilitas psikiatris di China sebagai alat untuk penindasan politik semakin bermunculan.

Salah satu kisah tersebut, yang dibagikan blogger China berusia 20 tahun, Li Yixue, telah menarik perhatian baru terhadap kenyataan suram ini.

Menurut Li, dia disiksa di rumah sakit jiwa sebagai tindakan hukuman karena mengkritik Partai Komunis China (CCP).

Mengutip dari Nepal Pana, Senin (3/2/2025), pengalaman mengerikannya menggarisbawahi pola penyiksaan yang lebih luas oleh China, yang menargetkan para pembangkang dan menjadikan perawatan kesehatan mental sebagai senjata untuk mempertahankan kendali otoriter.

Baca Juga: Wanita China Ini Hilang Hampir 4 Tahun setelah Coret Poster Presiden Xi Jinping

Kisah Li Yixue


Li Yixue, seorang blogger muda yang blakblakan, telah menggunakan platform daringnya untuk menyuarakan kritik terhadap CCP. Berbagai kontennya, yang menyoroti korupsi pemerintah dan pelanggaran hak asasi manusia, dengan cepat membuatnya menjadi sasaran otoritas China.

Dalam kisah mengerikan tentang cobaan yang dialaminya, Li mengungkapkan bahwa dia dibawa secara paksa ke rumah sakit jiwa, di mana dia mengalami kekerasan fisik dan psikologis. Tujuannya jelas: untuk mendiskreditkan, mengisolasi dari masyarakat, dan membungkam perbedaan pendapatnya.

Kasus Li bukanlah insiden terisolasi. Sejumlah organisasi hak asasi manusia telah mendokumentasikan banyak contoh di mana individu yang menentang otoritas CCP mengalami perlakuan serupa.

Orang-orang ini sering dicap sebagai orang sakit jiwa, sebutan yang memungkinkan pihak berwenang untuk menahan mereka tanpa batas waktu dengan kedok perawatan medis.

Pemanfaatan fasilitas psikiatri sebagai pusat penahanan merupakan strategi yang diperhitungkan untuk mendelegitimasi perbedaan pendapat dan menanamkan rasa takut di antara para pengkritik potensial.

Baca Juga: Ayah dari Gadis China yang Nodai Poster Xi Jinping Tewas di Penjara

Penyalahgunaan rumah sakit jiwa di China bermula sejak Revolusi Kebudayaan ketika CCP mulai menargetkan mereka yang dianggap menyimpang secara politik. Selama beberapa dekade, taktik ini telah berkembang menjadi praktik sistematis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Hilang dari Radar, Pesawat...
Hilang dari Radar, Pesawat Boeing 737 Ditemukan Hancur di Laut Arab
Ungkap Rencana Pembunuhan,...
Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran
Rekomendasi
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
PAN dan PDIP Desak Febrie...
PAN dan PDIP Desak Febrie Adriansyah Dihukum Mati, Gerindra Dorong Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Secara Maksimal
Mengapa Orang Baik Memilih...
Mengapa Orang Baik Memilih Diam?
Berita Terkini
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved