Iran Terapkan Blokade Selektif di Selat Hormuz, Kembangkan Sistem Verifikasi Transit Kapal

Jum'at, 20 Maret 2026 - 19:30 WIB
loading...
Iran Terapkan Blokade...
Kapal kargo berada di perairan. Foto/ms now
A A A
TEHERAN - Iran sedang mengembangkan sistem verifikasi dan registrasi baru untuk kapal yang melintasi Selat Hormuz seiring transisinya menuju blokade “selektif” terhadap jalur air strategis tersebut. Kabar itu diungkap Lloyd’s List.

Layanan berita dan analisis maritim tersebut melaporkan pekan ini bahwa beberapa negara termasuk India, Pakistan, Irak, Malaysia, dan China, sedang dalam pembicaraan langsung dengan Teheran untuk melintasi perairan teritorialnya di Selat tersebut.

“Kapal-kapal telah disetujui berdasarkan kasus per kasus, tetapi sistem verifikasi dan registrasi baru dilaporkan sedang dikembangkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC),” kata Lloyd’s.

“Kapal-kapal yang berharap untuk menggunakan rute yang telah disetujui sebelumnya diharapkan telah mengkomunikasikan detail yang luas mengenai kepemilikan kapal dan tujuan kargo kepada IRGC sebelum transit. Detail tersebut dikomunikasikan melalui serangkaian individu yang berafiliasi dengan Iran yang beroperasi di luar Iran,” lapor Lloyd’s pada hari Rabu.

Pekan ini, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Selat tersebut "terbuka, tetapi tertutup bagi musuh-musuh kami," menandakan penurunan ketegangan dari pernyataan sebelumnya oleh IRGC bahwa kapal apa pun yang mencoba melintasi jalur air tersebut akan dibakar.

Lalu lintas melalui Selat tersebut telah anjlok 95% sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran tiga pekan lalu, dengan dampak besar bagi pasar energi global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
Berita Terkini
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved