Salah Kalkulasi Balas Dendam Iran, Biaya Perang AS Terus Membengkak

Kamis, 12 Maret 2026 - 01:10 WIB
loading...
Salah Kalkulasi Balas...
Salah kalkulasi balas dendam Iran, biaya perang AS terus membengkak. Foto/X
A A A
TEHERAN - Presiden AS Donald Trump melakukan kesalahan perhitungan mengenai respons Iran terhadap agresi yang sedang berlangsung oleh koalisi AS-Israel. Sementara Selat Hormuz tetap hampir tidak dapat dilalui dengan harga minyak yang melonjak.

The New York Times melaporkan pada hari Rabu bahwa Trump sangat meremehkan respons Iran terhadap perang agresi tanpa provokasi yang dilancarkan oleh koalisi militer AS-Israel pada 28 Februari dan dampaknya di pasar.

Menurut artikel tersebut, yang mengutip beberapa sumber anonim, pemerintahan Trump keliru percaya bahwa harga minyak akan naik sebentar selama beberapa hari lalu turun, seperti yang terjadi selama perang 12 hari pada Juni tahun lalu.

Namun, Gedung Putih terbukti salah kali ini karena tidak menganggap serius ancaman Teheran untuk menutup Selat Hormuz yang strategis di Teluk Persia.

Menurut Times, pengiriman komersial telah terhenti di Teluk Persia, harga minyak melonjak, dan pemerintahan Trump berupaya keras mencari cara untuk meredam krisis ekonomi yang telah memicu kenaikan harga bensin bagi warga Amerika.

“Episode ini merupakan contoh betapa salahnya penilaian Trump dan para penasihatnya tentang bagaimana Iran akan menanggapi konflik yang dianggap pemerintah di Teheran sebagai ancaman eksistensial,” kata demikian ungkap Times.

“Iran telah merespons jauh lebih agresif daripada yang dilakukannya selama perang 12 hari Juni lalu, menembakkan rentetan rudal dan drone ke pangkalan militer AS” di negara-negara Arab Teluk Persia, serta wilayah pendudukan Israel, tambahnya.

Setelah pengarahan tertutup kepada para anggota parlemen oleh pejabat pemerintahan Trump pada hari Selasa, Senator Christopher Murphy mengatakan di media sosial bahwa pemerintah tidak memiliki rencana untuk Selat Hormuz dan “tidak tahu bagaimana cara membukanya kembali dengan aman.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Jadwal Lengkap Piala...
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Trump Tuduh Iran Mengulur...
Trump Tuduh Iran Mengulur Waktu Kesepakatan Damai: Mereka Harus Bayar Mahal!
Rekomendasi
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved