Mengapa Sistem Pertahanan AS dan Sekutunya Kewalahan dengan Serangan Drone dan Rudal Iran?

Kamis, 05 Maret 2026 - 02:20 WIB
loading...
A A A
Selain melindungi puluhan ribu personel Amerika yang ditempatkan di wilayah tersebut, AS juga harus mengamankan banyak kedutaan dan fasilitas pemerintah.


2. Iran Memiliki Kemampuan Perang Elektronik yang Canggih

Laporan tersebut mengutip Ravi Chaudhary, mantan Asisten Sekretaris Angkatan Udara yang bertanggung jawab atas instalasi, yang mengatakan bahwa persenjataan rudal balistik Iran yang besar, ditambah dengan drone Shahed yang sarat bahan peledak dan kemampuan perang elektronik, menimbulkan bahaya serius bagi pangkalan-pangkalan Amerika.

Chaudhary mengatakan instalasi-instalasi ini menghadapi tingkat ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam konflik ini, karena Iran telah dengan jelas menunjukkan niat dan cara untuk menargetkan infrastruktur vital dan menghambat kemampuan Amerika untuk memproyeksikan kekuatan udara.

3. Memiliki Cadangan Drone dan Rudal yang Banyak

Lebih lanjut, tindakan Iran secara efektif telah menghentikan lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz, jalur penting untuk pengiriman minyak global, kata analisis tersebut.

Laporan itu mengatakan bahwa skala inventaris senjata Iran, khususnya kemampuannya untuk memproduksi sejumlah besar drone berbiaya rendah, menunjukkan strategi untuk bertahan lebih lama daripada pasukan AS, yang menghadapi penipisan rudal pencegat untuk sistem seperti Patriot dan THAAD.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Akankah Pemimpin Tertinggi...
Akankah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Hadiri Pemakaman Ayahnya?
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
Studi Ungkap Gurita...
Studi Ungkap Gurita Politik China dalam Jaringan Kriminal di Asia Tenggara
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran,...
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran, Tangkap 130 Orang termasuk Pejabat Kementerian Urusan Islam
Rekomendasi
Menjaga Pertumbuhan,...
Menjaga Pertumbuhan, Ratusan Brand Andalkan Efisiensi Material Kemasan
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Gugatan Praperadilan, Polda Metro Jaya: Tidak Apa-apa
Film Bapak Paling Jujur,...
Film Bapak Paling Jujur, Drama Komedi yang Bikin Andovi da Lopez Tak Bisa Bohong
Berita Terkini
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved