Pakistan Nyatakan Perang Terbuka terhadap Afghanistan, Situasi Memanas!

Jum'at, 27 Februari 2026 - 10:50 WIB
loading...
A A A
Di sisi perbatasan Pakistan, polisi mengatakan penduduk juga dievakuasi ke daerah yang lebih aman, sementara beberapa pengungsi Afghanistan yang telah menunggu untuk menyeberang kembali ke Afghanistan juga dipindahkan ke lokasi yang aman. Pakistan melancarkan penindakan besar-besaran terhadap migran pada Oktober 2023 dan telah mengusir ratusan ribu orang.

Polisi Pakistan mengatakan mortir yang ditembakkan dari Afghanistan telah mendarat di desa-desa terdekat, tetapi tidak ada laporan korban sipil. “Pakistan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memastikan integritas teritorialnya dan keselamatan serta keamanan warganya,” kata Kementerian Informasi Pakistan dalam sebuah unggahan di X.

Militer Afghanistan merilis rekaman video kendaraan militer yang bergerak di malam hari dan suara tembakan senjata berat. Mereka juga mengeklaim telah merebut beberapa pos rezim militer Pakistan. Video tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.

Afghanistan juga mengeklaim pasukannya menembak jatuh jet tempur F-16 Pakistan. Mereka mem-posting video bangkai pesawat yang terbakar.

Ketegangan telah tinggi antara kedua negara tetangga selama berbulan-bulan, dengan bentrokan perbatasan yang mematikan pada bulan Oktober yang menewaskan puluhan tentara, warga sipil, dan tersangka militan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak kedua belah pihak untuk melindungi warga sipil sebagaimana diwajibkan oleh hukum internasional. "Dan terus berupaya menyelesaikan perbedaan apa pun melalui diplomasi," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.

Kekerasan tersebut terjadi setelah ledakan di Kabul yang menurut pejabat Afghanistan dilakukan oleh Pakistan. Islamabad, pada saat itu, melakukan serangan jauh di dalam wilayah Afghanistan untuk menargetkan tempat persembunyian militan.

Gencatan senjata yang dimediasi Qatar antara kedua negara sebagian besar telah berjalan, tetapi kedua pihak masih sesekali saling baku tembak di perbatasan. Beberapa putaran pembicaraan perdamaian pada bulan November gagal menghasilkan kesepakatan formal.

Pada hari Minggu, militer Pakistan melakukan serangan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan, dan mengatakan telah menewaskan sedikitnya 70 militan.

Afghanistan menolak klaim tersebut, dengan mengatakan puluhan warga sipil telah tewas, termasuk perempuan dan anak-anak. Kementerian Pertahanan Kabul mengatakan serangan tersebut merupakan pelanggaran wilayah udara dan kedaulatan Afghanistan.

Kekerasan militan telah meningkat di Pakistan dalam beberapa tahun terakhir, yang sebagian besar dituduhkan Pakistan kepada Taliban Pakistan atau TTP, dan kelompok separatis Baloch yang dilarang. TTP terpisah dari, tetapi bersekutu erat dengan Taliban Afghanistan. Islamabad menuduh TTP beroperasi dari dalam Afghanistan, tuduhan yang dibantah baik oleh kelompok tersebut maupun Kabul.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Kesal! Trump: AS Bayar...
Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia
Rekomendasi
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Mencetak Pemimpin Masa...
Mencetak Pemimpin Masa Depan, SD Al Azhar Syifabudi Jatibening Gelar Wisuda STARL16HT
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Berita Terkini
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved