Pakistan Nyatakan Perang Terbuka terhadap Afghanistan, Situasi Memanas!

Jum'at, 27 Februari 2026 - 10:50 WIB
loading...
Pakistan Nyatakan Perang...
Pakistan menyatakan perang terbuka terhadap Afghanistan, meluncurkan Operasi Ghazab Lil Haq. Foto/Pak Observer
A A A
ISLAMABAD - Pakistan telah menyatakan "perang terbuka" terhadap pemerintah Taliban Afghanistan menyusul bentrokan baru di sepanjang perbatasan kedua negara.

Eskalasi terjadi setelah Pakistan membombardir Kabul dan Kandahar di Afghanistan pada hari Jumat (27/2/2026), beberapa jam setelah pasukan Afghanistan menyerang pasukan perbatasan Pakistan dalam apa yang dikatakan pemerintah Taliban sebagai pembalasan atas serangan udara mematikan awal pekan ini.

Baca Juga: Tak Peduli Ramadan, 2 Negara Islam Ini Kembali Saling Serang

"Kesabaran kami telah mencapai batasnya. Sekarang ini adalah perang terbuka antara kami dan Anda," tulis Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif di X saat militer Pakistan meluncurkan operasi "Ghazab Lil Haq" terhadap Afghanistan.

Saat kekerasan meningkat, kedua militer mengatakan mereka telah membunuh puluhan tentara di pihak lain, membuat gencatan senjata yang dimediasi Qatar tampak semakin goyah.

Klaim Afghanistan


Setidaknya tiga ledakan terdengar di Kabul, tetapi tidak ada informasi langsung tentang lokasi pasti serangan di ibu kota Afghanistan atau tentang potensi korban jiwa. Juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan Pakistan juga melakukan serangan udara di Kandahar di selatan dan di provinsi Paktia di tenggara.

Beberapa jam sebelumnya, Afghanistan mengatakan militernya melancarkan serangan melintasi perbatasan ke Pakistan pada Kamis malam sebagai balasan atas serangan udara mematikan Pakistan di daerah perbatasan Afghanistan Minggu lalu, dan mengeklaim telah merebut lebih dari selusin pos militer Pakistan.

Kementerian Pertahanan Afghanistan melaporkan delapan tentaranya juga tewas dalam serangan darat tersebut.

Seorang pejabat Afghanistan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa beberapa warga sipil terluka di dekat penyeberangan perbatasan Torkham, di sebuah kamp untuk orang-orang yang kembali dari Pakistan.

"Sebuah peluru mortir telah menghantam kamp dan sayangnya tujuh pengungsi kami terluka, dan kondisi seorang wanita serius," kata Qureshi Badlun, kepala informasi di provinsi Nangarhar.

Perbatasan sebagian besar telah ditutup sejak pertempuran pada bulan Oktober, meskipun warga Afghanistan yang kembali diizinkan untuk menyeberang.

Klaim Pakistan


Menurut laporan Associated Press, militer Pakistan melakukan serangan udara yang menargetkan apa yang mereka sebut sebagai fasilitas militer Afghanistan di provinsi Kabul, Kandahar, dan Paktia, yang diduga menghancurkan dua pangkalan brigade, tetapi mereka tidak menyebutkan adanya potensi korban jiwa.

Pemerintah Pakistan, yang menggambarkan serangan udara Minggu lalu sebagai serangan terhadap militan yang bersembunyi di daerah tersebut, menggambarkan serangan Afghanistan pada Kamis malam sebagai serangan tanpa provokasi dan menolak klaim bahwa pos-pos militer telah direbut.

"Pertahanan Taliban Afghanistan menjadi target di Kabul, (provinsi) Paktia, dan Kandahar," tulis Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar di X, saat Islamabad meluncurkan Operasi Ghazab lil-Haq terhadap Taliban Afghanistan atas "penembakan tanpa provokasi" dari seberang perbatasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Cristiano Ronaldo Mengamuk,...
Cristiano Ronaldo Mengamuk, Portugal Pulangkan Uzbekistan
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved