Pakistan Nyatakan Perang Terbuka terhadap Afghanistan, Situasi Memanas!

Jum'at, 27 Februari 2026 - 10:50 WIB
loading...
A A A
Stasiun televisi pemerintah Pakistan, PTV News, melaporkan bahwa pasukan Pakistan telah menargetkan instalasi militer penting Taliban Afghanistan di Kabul, Kandahar, dan Paktia. Laporan tersebut mengeklaim setidaknya dua markas brigade telah dihancurkan di Kabul dalam serangan tersebut, sementara satu markas korps dan satu markas brigade telah dihancurkan di Kandahar.

Laporan itu juga mengeklaim bahwa sebuah depot amunisi dan pangkalan logistik telah dihancurkan di Kandahar, dan sebuah markas korps telah dihancurkan di Paktia.

Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi telah mengutuk Taliban Afghanistan karena menargetkan warga sipil. Sebuah pernyataan yang di-posting oleh Naqvi, yang juga ketua Dewan Kriket Pakistan (PCB), di X mengatakan bahwa angkatan bersenjata Pakistan telah merespons dengan tepat terhadap agresi terbuka oleh Taliban Afghanistan.

“Musuh pengecut itu menyerang dalam kegelapan malam. Taliban Afghanistan melakukan upaya keji untuk menargetkan warga sipil yang tidak bersalah,” katanya.

“Bangsa ini berdiri bahu-membahu dengan angkatan bersenjata. Taliban Afghanistan melakukan kesalahan besar dengan menyerang. Mereka harus menghadapi konsekuensi serius. Kami tidak akan membiarkan keamanan kami dikompromikan,” katanya.

Perbedaan Jumlah Korban


Kedua pihak melaporkan angka korban yang sangat berbeda.

Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan 55 tentara Pakistan telah tewas, termasuk beberapa yang jenazahnya telah dibawa ke Afghanistan, sementara beberapa lainnya ditangkap hidup-hidup. Mereka menyebutkan korban mereka sendiri sebanyak delapan orang tewas dan 11 lainnya terluka.

Kementerian itu mengatakan telah menghancurkan 19 pos tentara Pakistan dan dua pangkalan, dan bahwa pertempuran telah berakhir pada tengah malam, sekitar empat jam setelah dimulainya serangan.

Namun, Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, mengatakan jumlah tentara Pakistan yang tewas adalah dua orang, dengan tiga lainnya terluka. Dia mengatakan 36 personel Afghanistan dilaporkan tewas. Dalam sebuah unggahan di X, dia mengatakan Pakistan memberikan "tanggapan yang kuat dan efektif" terhadap apa yang disebutnya sebagai penembakan tanpa provokasi dari Afghanistan.

Mosharraf Ali Zaidi, juru bicara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, membantah bahwa ada tentara Pakistan yang ditangkap. Kemudian, dalam sebuah unggahan di X, dia menambahkan bahwa setidaknya 133 personel Afghanistan tewas dan lebih dari 200 lainnya terluka.

Menurutnya, 27 pos Afghanistan juga dihancurkan dan sembilan orang ditangkap. Dia tidak menyebutkan di mana para korban tewas, dan hanya menambahkan, "Akan ada lebih banyak korban yang diperkirakan dalam serangan di target militer Kabul, Paktia, dan Kandahar."

Kedua belah pihak juga melaporkan adanya baku tembak di daerah perbatasan Torkham.

Otoritas Afghanistan sedang mengevakuasi kamp pengungsi di dekat perbatasan Torkham setelah beberapa pengungsi terluka, kata Qureshi Badlon, kepala Dewan Informasi dan Kesadaran Publik Torkham. Kementerian pertahanan mengatakan 13 warga sipil terluka dalam serangan rudal di kamp tersebut, termasuk perempuan dan anak-anak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Tragis, Ibu Hamil 9...
Tragis, Ibu Hamil 9 Bulan dan 4 Anaknya Tewas akibat Kebakaran Apartemen
Rekomendasi
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
Inggris vs Ghana 0-0,...
Inggris vs Ghana 0-0, Laga Hambar di Boston
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved