China Isi Kekosongan Militer di Benua Afrika, Penjualan Senjata Melonjak

Jum'at, 27 Februari 2026 - 07:32 WIB
loading...
A A A
Strategi berprofil rendah ini menghindari pengerahan pasukan skala besar. Sebaliknya, China memperkuat jaringan atase pertahanan, melakukan kunjungan kapal angkatan laut ke pelabuhan, dan memperluas pertukaran pelatihan. Perusahaan keamanan swasta China juga melindungi infrastruktur yang terkait dengan proyek ekonomi Beijing.

Model ini berbeda dengan keterlibatan keamanan Rusia yang lebih langsung di beberapa bagian Afrika, serta menghindari sensitivitas politik yang menyertai kehadiran kontra-terorisme Prancis.

Lanskap Persaingan


China tidak bergerak tanpa pesaing. Turki muncul sebagai kompetitor signifikan dalam drone dan kendaraan lapis baja. Amerika Serikat tetap berpengaruh dalam sistem militer kelas atas dan kemitraan pelatihan. Jaringan keamanan Rusia, meskipun tertekan, masih tertanam di beberapa wilayah.

Para analis memperingatkan bahwa meskipun pangsa pasar China meningkat stabil, dominasi belum sepenuhnya terjamin. Ketidakstabilan Sahel menciptakan permintaan, tetapi juga menghasilkan volatilitas dan risiko politik.

Yang membedakan fase saat ini bukan sekadar peningkatan penjualan senjata, melainkan reposisi yang lebih luas. Beijing membingkai dirinya sebagai mitra keamanan komprehensif yang menggabungkan perdagangan, pelatihan, dan pembiayaan tanpa persyaratan politik yang terbuka.

Menyusutnya kehadiran operasional Prancis telah mengguncang tatanan keamanan yang mapan. Dalam ruang yang belum stabil itu, China membangun pengaruh secara bertahap, bukan dramatis, melalui kontrak, program pelatihan, dan kehadiran industri.

Narasi “kekosongan militer” mungkin melebih-lebihkan absennya kekuatan lain. Namun data menunjukkan tren yang jelas: ketika jejak Barat menyusut dan jalur pasokan Rusia menyempit, peran China dalam lanskap pertahanan Afrika Barat dan Tengah terus berkembang secara metodis, komersial, dan dengan tujuan strategis jangka panjang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Utamakan Sepatu Sekolah yang Nyaman dan Awet
Liburan Terima Beres...
Liburan Terima Beres ke Jepang: Jelajah Fukuoka dan Oita yang Unik
Pigai Desak Kematian...
Pigai Desak Kematian 5 Peserta SPPI Diusut Tuntas: Ini Peristiwa yang Serius
Berita Terkini
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved