Kim Jong-un Disebut Tunjuk Putrinya yang Berusia 13 Tahun Jadi Dirjen Rudal Korut
Selasa, 24 Februari 2026 - 11:19 WIB
loading...
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dilaporkan telah menunjuk putrinya, Kim Ju-ae, menjadi direktur jenderal rudal. Foto/KCNA
A
A
A
SEOUL - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dilaporkan telah menunjuk putrinya yang baru berusia 13 tahun, Kim Ju-ae, menjadi direktur jenderal (dirjen) rudal. Dengan posisi itu, gadis remaja tersebut bertugas mengawasi program misil Pyongyang.
Laporan itu muncul dari media Korea Selatan, The Chosun Daily, Selasa (24/2/2026), mengutip sumber-sumber pemerintah Seoul yang memperoleh informasi intelijen. Badan intelijen Korea Selatan juga memantau perkembangan di Kongres Ke-9 Partai Buruh Korea yang berlangsung di Pyongyang sejak 19 Februari.
Baca Juga: Kim Jong-un Siapkan Putrinya sebagai Pemimpin Korea Utara Berikutnya
Kim Jong-un kerap membawa putrinya ke lokasi uji coba nuklir dan rudal. "Terkait hal ini, intelijen Korea Selatan menunjukkan bahwa dia menugaskan putrinya sebagai direktur jenderal rudal untuk memungkinkan kendali awal atas militer," tulis media Korea Selatan tersebut dalam laporannya.
Menurut laporan tersebut, meskipun Jang Chang-ha secara resmi adalah direktur jenderal rudal, putri Kim Jong-un menerima laporan dari para jenderal dan mengeluarkan arahan. "Sehubungan dengan ini, Badan Intelijen Nasional melaporkan kepada Komite Intelijen Majelis Nasional pada 12, menyatakan: 'Ini adalah tahap penunjukan sebagai penerus'," lanjut laporan tersebut.
"Telah terdeteksi keadaan di mana (putri Kim Jong-un) memberikan pendapat tentang beberapa kebijakan," imbuh laporan itu.
Media pemerintah Korea Utara pertama kali secara resmi mengonfirmasi keberadaan Kim Ju-ae pada November 2022, menyebutnya sebagai "anak kesayangan" saat mendampingi Kim Jong-un pada peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) tipe Hwasong-17.
Namun, media pemerintah tersebut tidak pernah menyebutkan namanya sejak saat itu. Nama Kim Jong-un juga tetap tidak dilaporkan hingga September 2010, ketika dia menerima gelar "Jenderal Tentara Rakyat" sebagai penerus resmi kepemimpinan Korea Utara.
Nama Kim Ju-ae pertama kali diungkapkan pada tahun 2013 oleh Dennis Rodman, mantan pemain NBA yang mengunjungi Korea Utara atas undangan Kim Jong-un, selama wawancara dengan media Inggris.
Rodman saat itu menyatakan, “Saya menggendong putri Kim Jong-un, Ju-ae.”
Ryu Hyun-woo, mantan Kuasa Usaha di Kedutaan Besar Korea Utara di Kuwait yang membelot pada tahun 2019, bersaksi bahwa Kim Jong-un menamainya "Ju-ae" (yang berarti "cinta utama") untuk mengungkapkan keinginannya agar dia menjadi "putri tercinta yang disayangi banyak orang."
Namun, muncul juga klaim bahwa nama putri penguasa Korut itu adalah "Ju-ye" atau "Ju-hye". Ada kemungkinan dia mengubah namanya setelah ditunjuk sebagai penerus ayahnya.
Nama Kim Jong-un awalnya dikenal sebagai "Kim Jong-woon" berdasarkan kesaksian dari tokoh-tokoh seperti Fujiwara Kenzō, koki Kim Jong-il (ayah Kim Jong-un), tetapi kemudian dikonfirmasi sebagai "Kim Jong-un".
Ada sebuah teori yang menyebutkan bahwa Kim Jong-un mengubah namanya dari “Jong-woon” (yang berarti awan) menjadi “Jong-un” (yang berarti “rahmat”) pada tahun 2009 ketika dia ditunjuk sebagai penerus ayahnya.
Laporan itu muncul dari media Korea Selatan, The Chosun Daily, Selasa (24/2/2026), mengutip sumber-sumber pemerintah Seoul yang memperoleh informasi intelijen. Badan intelijen Korea Selatan juga memantau perkembangan di Kongres Ke-9 Partai Buruh Korea yang berlangsung di Pyongyang sejak 19 Februari.
Baca Juga: Kim Jong-un Siapkan Putrinya sebagai Pemimpin Korea Utara Berikutnya
Kim Jong-un kerap membawa putrinya ke lokasi uji coba nuklir dan rudal. "Terkait hal ini, intelijen Korea Selatan menunjukkan bahwa dia menugaskan putrinya sebagai direktur jenderal rudal untuk memungkinkan kendali awal atas militer," tulis media Korea Selatan tersebut dalam laporannya.
Menurut laporan tersebut, meskipun Jang Chang-ha secara resmi adalah direktur jenderal rudal, putri Kim Jong-un menerima laporan dari para jenderal dan mengeluarkan arahan. "Sehubungan dengan ini, Badan Intelijen Nasional melaporkan kepada Komite Intelijen Majelis Nasional pada 12, menyatakan: 'Ini adalah tahap penunjukan sebagai penerus'," lanjut laporan tersebut.
"Telah terdeteksi keadaan di mana (putri Kim Jong-un) memberikan pendapat tentang beberapa kebijakan," imbuh laporan itu.
Media pemerintah Korea Utara pertama kali secara resmi mengonfirmasi keberadaan Kim Ju-ae pada November 2022, menyebutnya sebagai "anak kesayangan" saat mendampingi Kim Jong-un pada peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) tipe Hwasong-17.
Namun, media pemerintah tersebut tidak pernah menyebutkan namanya sejak saat itu. Nama Kim Jong-un juga tetap tidak dilaporkan hingga September 2010, ketika dia menerima gelar "Jenderal Tentara Rakyat" sebagai penerus resmi kepemimpinan Korea Utara.
Nama Kim Ju-ae pertama kali diungkapkan pada tahun 2013 oleh Dennis Rodman, mantan pemain NBA yang mengunjungi Korea Utara atas undangan Kim Jong-un, selama wawancara dengan media Inggris.
Rodman saat itu menyatakan, “Saya menggendong putri Kim Jong-un, Ju-ae.”
Ryu Hyun-woo, mantan Kuasa Usaha di Kedutaan Besar Korea Utara di Kuwait yang membelot pada tahun 2019, bersaksi bahwa Kim Jong-un menamainya "Ju-ae" (yang berarti "cinta utama") untuk mengungkapkan keinginannya agar dia menjadi "putri tercinta yang disayangi banyak orang."
Namun, muncul juga klaim bahwa nama putri penguasa Korut itu adalah "Ju-ye" atau "Ju-hye". Ada kemungkinan dia mengubah namanya setelah ditunjuk sebagai penerus ayahnya.
Nama Kim Jong-un awalnya dikenal sebagai "Kim Jong-woon" berdasarkan kesaksian dari tokoh-tokoh seperti Fujiwara Kenzō, koki Kim Jong-il (ayah Kim Jong-un), tetapi kemudian dikonfirmasi sebagai "Kim Jong-un".
Ada sebuah teori yang menyebutkan bahwa Kim Jong-un mengubah namanya dari “Jong-woon” (yang berarti awan) menjadi “Jong-un” (yang berarti “rahmat”) pada tahun 2009 ketika dia ditunjuk sebagai penerus ayahnya.
(mas)
Lihat Juga :