Hamas Segera Miliki Pemimpin Baru, Siapa Kandidat Terkuat?
Senin, 23 Februari 2026 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Dewan kemudian memilih biro politik, yang pada gilirannya memilih kepala gerakan tersebut.
Sumber Hamas ketiga mengatakan pemimpin baru hanya akan menjabat selama “satu tahun… masa transisi.”
Ribuan anggota Hamas memberikan suara untuk memilih dewan dan biro politik, tambah sumber tersebut, tanpa merinci bagaimana pemungutan suara dilakukan.
“Tujuan utama dari proses ini adalah untuk memperbarui legitimasi internal dan mengisi kekosongan kepemimpinan,” tambah sumber tersebut.
Pemimpin baru perlu menavigasi antara seruan internasional, yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Israel, agar kelompok tersebut melucuti senjata, dan penolakan terhadap tuntutan tersebut dari sayap bersenjatanya, yang memerangi pasukan Israel di Gaza.
Namun, Hamas mengatakan akan menyerahkan senjatanya kepada otoritas Palestina di Gaza dengan syarat-syarat tertentu.
Baik Meshaal maupun al-Hayya memiliki pengalaman bertahun-tahun di dalam gerakan tersebut.
Al-Hayya, 65 tahun, warga asli Gaza dan kepala negosiator Hamas dalam perundingan gencatan senjata, telah memegang peran senior setidaknya sejak tahun 2006, menurut LSM yang berbasis di AS, Counter Extremism Project (CEP).
Sumber Hamas ketiga mengatakan pemimpin baru hanya akan menjabat selama “satu tahun… masa transisi.”
Ribuan anggota Hamas memberikan suara untuk memilih dewan dan biro politik, tambah sumber tersebut, tanpa merinci bagaimana pemungutan suara dilakukan.
“Tujuan utama dari proses ini adalah untuk memperbarui legitimasi internal dan mengisi kekosongan kepemimpinan,” tambah sumber tersebut.
Pemimpin baru perlu menavigasi antara seruan internasional, yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Israel, agar kelompok tersebut melucuti senjata, dan penolakan terhadap tuntutan tersebut dari sayap bersenjatanya, yang memerangi pasukan Israel di Gaza.
Namun, Hamas mengatakan akan menyerahkan senjatanya kepada otoritas Palestina di Gaza dengan syarat-syarat tertentu.
Baik Meshaal maupun al-Hayya memiliki pengalaman bertahun-tahun di dalam gerakan tersebut.
Al-Hayya, 65 tahun, warga asli Gaza dan kepala negosiator Hamas dalam perundingan gencatan senjata, telah memegang peran senior setidaknya sejak tahun 2006, menurut LSM yang berbasis di AS, Counter Extremism Project (CEP).
Lihat Juga :