Ketika Kapal Induk Amerika USS Gerald R Ford Menuju Iran, tapi 4.500 Pelautnya Lelah

Senin, 23 Februari 2026 - 08:54 WIB
loading...
Ketika Kapal Induk Amerika...
USS Gerald R. Ford, kapal induk kedua Amerika Serikat yang dikerahkan menuju Iran. Kapal dan 4.500 pelautnya ini harusnya istirahat setelah tugas lama di dekat Venezuela. Foto/NATO JFC Norfolk
A A A
TEHERAN - Kelompok Serang Kapal Induk (CSG) USS Gerald R. Ford sedang menuju Timur Tengah untuk penempatan di dekat Iran. Ini atas perintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menumupuk kekuatan militer besar-besaran di kawasan tersebut guna menekan Teheran.

Ini akan menjadi CSG kedua Angkatan Laut AS di kawasan tersebut, karena kapal induk USS Abraham Lincoln sudah berada di Teluk Persia, bersama dengan sembilan kapal perang lainnya, termasuk lima kapal perusak rudal berpemandu kelas Arleigh Burke. Sejumlah kapal selam AS yang tidak disebutkan jumlahnya juga berada di kawasan tersebut, bersama dengan hampir 30.000 pasukan AS yang ditempatkan di 18 pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Baca Juga: Khamenei Bilang Iran Mampu Tenggelamkan Kapal Induk AS, Senjata Apa yang Dimiliki?

Awak kapal USS Gerald R. Ford diberitahu tentang keputusan tersebut pada 12 Februari. Kelompok Serang Kapal Induk Ford diperkirakan akan mencapai Teluk Persia pada akhir bulan ini.

Pada 13 Februari, ketika Presiden Trump ditanya tentang logika di balik pengerahan kelompok serang kapal induk kedua di Timur Tengah, dia menjawab bahwa AS akan membutuhkan kapal induk tersebut di sana.

“Kita akan membutuhkannya jika kita tidak mencapai kesepakatan (dengan Iran),” kata Trump kepada wartawan.

Dalam banyak hal, pilihan USS Gerald R Ford adalah pilihan yang jelas. Kapal ini adalah kapal induk terbaru dan tercanggih Angkatan Laut AS, dengan bobot 100.000 ton, dan satu-satunya kapal induk AS yang memiliki Sistem Peluncuran Pesawat Elektromagnetik (EMALS).

“Saya pikir Ford, dari perspektif kemampuannya, akan menjadi pilihan yang sangat berharga untuk setiap kegiatan militer yang ingin dilakukan presiden,” kata Laksamana Daryl Caudle, Kepala Operasi Angkatan Laut (CNO), kepada wartawan bulan lalu di simposium tahunan Surface Navy Association’s (SNA).

Namun, penempatan USS Gerald R. Ford ke Timur Tengah tidak lepas dari kontroversi, dan ada kekhawatiran yang valid tentang apakah awak kapal dan kapal itu sendiri siap untuk tugas yang ada.

Apakah Kapal Induk USS Gerald R. Ford Siap Perang Melawan Iran?


Kebetulan, transfer ke Timur Tengah adalah penempatan jangka panjang kedua USS Gerald R. Ford—yang telah melakukan pelayaran sejak Juni tahun lalu, ketika meninggalkan pelabuhan asalnya di Norfolk menuju Mediterania.

Kapal itu kemudian dikirim ke Karibia pada Oktober lalu oleh Presiden Donald Trump ketika ia membangun kekuatan militer AS di dekat Venezuela.

USS Gerald R Ford ikut serta dalam Operasi Absolute Resolve pada minggu pertama Januari, bersama dengan USS Iwo Jima, yang menyebabkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Penempatan awal USS Ford seharusnya berakhir pada minggu terakhir Desember. Namun, pemindahannya ke Karibia berarti jadwal ini terlewatkan. Awak kapal kemudian berharap untuk pulang pada awal Maret.

Sekarang, perpanjangan tugas kedua berarti bahwa awak kapal tidak dapat berharap untuk pulang paling cepat pada awal April. Namun, jika operasi Iran berlangsung berbulan-bulan, seperti yang terjadi pada operasi Venezuela, yang berlangsung dari Agustus 2025 hingga Januari 2026, maka jadwal ini dapat diperpanjang lebih lama lagi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Wanita Punya Proteksi...
Wanita Punya Proteksi Alami dari Serangan Jantung, Tapi Bisa Hilang karena Ini
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved