Ketika Kapal Induk Amerika USS Gerald R Ford Menuju Iran, tapi 4.500 Pelautnya Lelah

Senin, 23 Februari 2026 - 08:54 WIB
loading...
A A A
“Anda harus merencanakan ini dengan lebih baik,” kata Laksamana Franken dalam sebuah wawancara.

Jika peralatan tambahan seperti lift yang digunakan Ford untuk membawa pesawat tempur dari hanggar ke dek penerbangan mulai rusak, katanya, presiden dan menteri pertahanan pada akhirnya akan memiliki kapal yang tidak dapat memenuhi misi yang ditugaskan.

Kegagalan atau masalah perawatan ini dapat menelan biaya besar dalam situasi perang.

Kebetulan, bulan lalu, seorang perwira tinggi Angkatan Laut AS mengatakan bahwa dia akan “menentang” perintah untuk memperpanjang pengerahan USS Gerald R. Ford.

“Saya pikir Ford, dari perspektif kemampuannya, akan menjadi pilihan yang sangat berharga untuk hal militer apa pun yang ingin dilakukan presiden,” kata Laksamana Caudle.

“Tetapi jika membutuhkan perpanjangan, itu akan mendapat penolakan dari CNO. Dan saya akan lihat apakah ada hal lain yang bisa saya lakukan," paparnya, seperti dikutip dari EurAsian Times, Senin (23/2/2026).

Namun, mengabaikan protes-protes ini, penempatan USS Gerald R. Ford diperpanjang untuk kedua kalinya minggu lalu ketika diperintahkan untuk pindah ke Timur Tengah.

USS Gerald R. Ford adalah kelompok serang kapal induk tercanggih Angkatan Laut AS, dan pasti akan memberi presiden lebih banyak pilihan militer melawan Iran, tetapi jika awak kapal lelah dan kapal induk menghadapi masalah perawatan, maka ini bisa menjadi masalah dalam situasi perang.

Perlu dicatat, USS Truman CSG mengalami serangkaian kecelakaan selama penempatannya ke Timur Tengah tahun lalu saat melakukan operasi militer melawan Yaman.

Selama penempatan penuhnya dari September 2024 hingga Mei 2025, kelompok serang kapal induk mengalami insiden tembakan salah sasaran pada bulan Desember—ketika sebuah kapal perusak Angkatan Laut meluncurkan rudal ke dua F-18 — tabrakan dengan kapal dagang pada bulan Februari, dan kehilangan dua F-18, satu pada bulan April dan satu lagi pada bulan Mei.

Penyelidikan Angkatan Laut AS selanjutnya menyalahkan "penempatan yang sangat menegangkan" atas kecelakaan-kecelakaan yang merugikan ini.

Iran adalah lawan yang jauh lebih tangguh daripada kelompok Houthi yang berbasis di Yaman, dan AS tidak ingin kesalahan-kesalahan itu terulang kembali.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Petani Sawit Tagih Bukti...
Petani Sawit Tagih Bukti di Balik Klaim Sukses DSI Tutup Gap Harga Ekspor
Jon Bon Jovi Mendadak...
Jon Bon Jovi Mendadak Hentikan Konser, Ternyata Ini Penyebabnya!
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Berita Terkini
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved