Mengapa Iran Sebut Kapal Perang AS di Timur Tengah bukan Teatrikal, tapi Manuver?

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:14 WIB
loading...
Mengapa Iran Sebut Kapal...
Iran sebut kapal perang AS di Timur Tengan bukan teatrikal, tapi bermanuver. Foto/X
A A A
TEHERAN - Seorang komandan militer Iran Brigadir Jenderal Mohammad Jafar Asadi, menepis peningkatan kapal perang dan jet tempur AS di kawasan Timur Tengah selama beberapa minggu terakhir di tengah ketegangan atas program nuklir sipil Teheran sebagai “teatrikal."

Dia menyatakan bahwa Pemimpin Revolusi Islam telah menanggapi manuver yang berlebihan tersebut dengan tegas.

Mengapa Iran Sebut Kapal Perang AS di Timur Tengah bukan Teatrikal, tapi Manuver?

1. Militer Jadi Alat Propaganda AS

“Bangsa kita sangat tahu bahwa kapal dan persenjataan lain yang sekarang ditempatkan di Teluk Persia dan perairan Laut Oman telah berlayar di berbagai bagian dunia selama bertahun-tahun,” kata Wakil Inspektur Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Brigadir Jenderal Mohammad Jafar Asadi, pada hari Minggu, dilansir Press TV.

Ia menambahkan bahwa pengerahan kapal di wilayah tersebut telah memasuki fase propaganda, dan tanggapan terhadap langkah teatrikal tersebut telah diberikan dengan baik oleh Ayatollah Seyed Ali Khamenei, yang baru-baru ini mengatakan bahwa “Tentu saja kapal induk adalah alat yang berbahaya, tetapi yang lebih berbahaya daripada kapal induk adalah senjata yang dapat menenggelamkannya ke dasar laut.”


2. Barat dan Zionis Jadi Tumor Ganas di Timur Tengah

Komandan senior tersebut kemudian mengingat kegagalan musuh-musuh Republik Islam selama 47 tahun terakhir.

“Kami berharap para penghasut perang jahat seperti Amerika, Inggris, Prancis, Jerman, dan rezim Zionis pada akhirnya akan berakhir sebagai tumor ganas di kawasan Timur Tengah,” kata Brigadir Jenderal Asadi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 
Rekomendasi
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved