Dari Kudeta hingga Ultimatum 2026: Jejak Panjang Konflik Iran vs Amerika Serikat yang Tak Pernah Padam

Jum'at, 20 Februari 2026 - 15:21 WIB
loading...
Dari Kudeta hingga Ultimatum...
Konflik AS dan Iran semakin memanas dengan ancaman terbaru dari Presiden AS Donald Trump. Foto/deftechtimes.com
A A A
TEHERAN - Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) tercatat sebagai salah satu rivalitas paling panjang, kompleks, dan berbahaya dalam sejarah geopolitik modern. Lebih dari 70 tahun, kedua negara terlibat dalam rangkaian krisis yang membentang dari kudeta rahasia, krisis sandera, perang proksi, sanksi ekonomi, hingga operasi militer yang mengguncang stabilitas global.

Perang terbuka memang belum pernah secara resmi diumumkan. Namun berkali-kali dunia dibuat menahan napas. Setiap eskalasi selalu menghadirkan ancaman konflik besar yang berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah — bahkan ekonomi dunia — ke dalam pusaran krisis.

Berikut jejak panjang konflik tersebut, dari 1953 hingga ketegangan terbaru yang memuncak pada 2026.

1953: Kudeta yang Mengubah Sejarah Iran


Retaknya hubungan kedua negara bermula pada 1953. Saat itu, badan intelijen AS, Central Intelligence Agency (CIA), terlibat dalam operasi rahasia yang dikenal sebagai Operation Ajax.

Operasi tersebut menggulingkan Perdana Menteri Iran saat itu, Mohammad Mossadegh, yang sebelumnya menasionalisasi industri minyak Iran. Langkah Mossadegh dianggap mengancam kepentingan Barat.

Kudeta itu mengembalikan kekuasaan Mohammad Reza Pahlavi, sosok Shah yang pro-Barat. Di mata banyak rakyat Iran, peristiwa ini menjadi simbol campur tangan Amerika dalam kedaulatan nasional mereka. Luka sejarah tersebut membentuk sentimen anti-AS yang terus membara hingga puluhan tahun kemudian.

1979: Revolusi Islam dan 444 Hari Krisis Sandera


Ketegangan meledak besar pada 1979. Revolusi Islam menggulingkan Shah dan melahirkan Republik Islam di bawah kepemimpinan Ruhollah Khomeini.

Tak lama setelah revolusi, mahasiswa revolusioner menyerbu Kedutaan Besar AS di Teheran. Sebanyak 52 diplomat Amerika disandera selama 444 hari dalam peristiwa yang dikenal sebagai Iran Hostage Crisis.

Krisis ini menjadi titik balik dramatis. Hubungan diplomatik Iran dan Amerika Serikat resmi terputus dan hingga kini belum sepenuhnya pulih. Kepercayaan antara kedua negara runtuh total.

1980–1988: Perang Iran-Irak dan Bayang-Bayang Konfrontasi


Konflik semakin rumit ketika pecah Perang Iran-Irak pada 1980. Amerika Serikat secara politik dan strategis mendukung Irak yang dipimpin Saddam Hussein.

Ketegangan meningkat di Teluk Persia. Pada 1987, AS melancarkan Operation Nimble Archer dengan menghancurkan fasilitas minyak Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal tanker.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Infantino Pastikan Trump...
Infantino Pastikan Trump Hadiri Final Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Iran Beberkan Alasan...
Iran Beberkan Alasan Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Singgung Trump
Rekomendasi
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Kepada Amerika Serikat,...
Kepada Amerika Serikat, Israel Berjanji Incar Situs Militer Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved