HRW Sebut China Lakukan Represi Lintas Negara terhadap Uyghur

Jum'at, 20 Februari 2026 - 10:50 WIB
loading...
HRW Sebut China Lakukan...
Dua warga Uighur di Paris, Mirkamel Tourghoun (kiri) dan Abdurahman Tohti, ditekan China untuk memata-matai para diaspora Uyghur di Prancis. Foto/Mirkamel Tourghoun/Abdurahman Tohti
A A A
JAKARTA - Otoritas China telah berupaya menekan dua aktivis etnis Uyghur yang tinggal di Paris, termasuk dengan meminta salah satu dari mereka memata-matai diaspora Uyghur di Prancis. Demikian laporan dari Human Rights Watch (HRW).

Mengutip dari situs HRW, Jumat (20/2/2026), kasus tersebut menyoroti meningkatnya pelecehan oleh pemerintah China terhadap para kritikus di luar negeri dan anggota komunitas diaspora, tindakan abusif di luar wilayah China yang dikenal sebagai “represi transnasional".

Baca Juga: Nowruz dan Identitas Uighur: Tradisi yang Bertahan di Tengah Penindasan

“Pemerintah China berupaya membungkam suara-suara kritis Uyghur di Prancis melalui paksaan, intimidasi, dan pengawasan,” kata Yalkun Uluyol, peneliti China di HRW.

“Otoritas Prancis harus memberikan bantuan yang lebih baik kepada komunitas Uyghur untuk melawan intimidasi dan pengawasan Beijing dengan menyelidiki sepenuhnya insiden-insiden ini dan mengambil tindakan yang tepat,” ujarnya.

Pada 15 Januari 2026, seorang pria yang mengaku sebagai pejabat dari Urumqi, ibu kota Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang, menelepon Abdurahman Tohti (37) dan mencoba menekannya untuk memantau aktivitas komunitas Uyghur di Prancis. Pada 19 Januari, penelepon yang sama—yang percakapannya direkam dan dipublikasikan—menghubungi Mirkamel Tourghoun (42) dan menuntut agar dia menghentikan aktivitasnya.

Baca Juga: Dugaan Pengambilan Paksa Organ di China Jadi Sorotan, G-7 Diminta Bertindak

Tohti mengatakan penelepon tersebut memintanya memantau kegiatan Institut Uyghur Eropa (Institut Ouïghour d'Europe)—yang bekerja untuk membela hak-hak Uyghur, melestarikan bahasa dan budaya Uyghur, serta mendukung diaspora Uyghur di seluruh Eropa.

Pada 20 Januari, institut tersebut dijadwalkan menggelar upacara pembukaan kantor pusat barunya di Paris. Dilnur Reyhan, akademisi Uyghur terkemuka yang mendirikan institut tersebut, menuduh Kedutaan Besar China juga telah menekan otoritas lokal Prancis yang diundang agar tidak menghadiri acara tersebut.

Tohti mengatakan penelepon itu menunjukkan pengetahuan rinci tentang kehidupannya di Paris dan mengeklaim telah berbicara dengan beberapa orang tentang dirinya.

"Mereka mengatakan kepada saya bahwa Anda sangat merindukan keluarga Anda dan karena itu saya pikir Anda mungkin membutuhkan bantuan," kata penelepon tersebut kepada Tohti.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved