HRW Sebut China Lakukan Represi Lintas Negara terhadap Uyghur

Jum'at, 20 Februari 2026 - 10:50 WIB
loading...
A A A
Pada Oktober 2025, menyusul pengaduan oleh Kedutaan Besar China, pengadilan Prancis memvonis Dilnur Reyhan bersalah atas tuduhan “merusak properti publik” setelah dia dilaporkan melemparkan cat merah ke spanduk milik Kedutaan Besar China dalam sebuah festival musik dekat Paris.

Pada Juli 2025, otoritas China menangkap Tara Zhang Yadi, seorang mahasiswa China yang sebelumnya belajar di Prancis, saat dia kembali ke China. Dia menghadapi hukuman hingga 5 tahun penjara, atau hingga 15 tahun jika dianggap sebagai pemimpin, atas tuduhan “menghasut orang lain untuk memecah negara dan merusak persatuan nasional" karena dia mengadvokasi hak-hak Tibet saat berada di Prancis.

Pada Januari 2025, badan intelijen domestik Prancis mengeluarkan memo yang mengidentifikasi represi transnasional sebagai ancaman keamanan nasional yang merusak hak-hak orang yang tinggal di Prancis dan menyatakan hal itu akan menjadi prioritas pemerintah.

Sikap G7


Pada Juni 2025, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia merilis laporan tentang represi transnasional yang mendesak pemerintah negara tuan rumah untuk “melakukan penyelidikan sistematis dan membangun mekanisme yang efektif” guna melawan praktik tersebut.

Di bulan yang sama, para pemimpin negara demokrasi industri Kelompok Tujuh (G7) mengeluarkan pernyataan bersama tentang represi transnasional, berjanji membangun pemahaman global, mengembangkan kerangka ketahanan dan respons, serta mendukung individu yang menjadi sasaran.

Presiden Prancis Emmanuel Macron diharapkan mendorong aksi terkoordinasi untuk mewujudkan janji tersebut dalam KTT G7 pada Juni mendatang yang akan digelar di Prancis.

Pemerintah Prancis seharusnya mengadopsi kerangka hukum dan kebijakan yang menghormati hak untuk menangani represi transnasional. Otoritas juga harus menyelidiki dan menuntut pihak yang bertanggung jawab atas pelanggaran pidana, sekaligus memastikan perlindungan bagi individu dan komunitas yang menjadi sasaran.

“Otoritas Prancis harus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menekan pemerintah China agar mengakhiri semua bentuk represi transnasional di Prancis,” kata Uluyol.

“Prancis harus menggunakan peran kepemimpinannya pada KTT G7 mendatang untuk mengembangkan respons terkoordinasi terhadap taktik abusif China,” pungkasnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.535 Jiwa, Ancaman Krisis Kesehatan Mengintai
Israel Tangkap Mufti...
Israel Tangkap Mufti Agung Yerusalem Sheikh Hussein, Larang Masuk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pukat UGM: Penetapan...
Pukat UGM: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bisa Gugur Bila Tanpa Pemeriksaan
Ketum DPP Rekat Indonesia...
Ketum DPP Rekat Indonesia Dukung Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat Korupsi
Berita Terkini
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved