Dugaan Pengambilan Paksa Organ di China Jadi Sorotan, G7 Diminta Bertindak

Sabtu, 20 Desember 2025 - 14:46 WIB
loading...
Dugaan Pengambilan Paksa...
Negara-negara G7 didesak bertindak terhadap dugaan praktik pengambilan paksa organ tubuh manusia oleh rezim komunis di China. Foto/ABC News/Vicky Xiuzhong Xu
A A A
JAKARTA - Lebih dari setengah juta orang di seluruh dunia telah menandatangani sebuah petisi yang mendesak negara-negara Group of Seven (G7) dan sejumlah negara lain untuk mengambil tindakan terhadap dugaan praktik pengambilan organ paksa oleh pemerintah Partai Komunis China. Hal tersebut dilaporkan oleh The Epoch Times.

Dikutip dari ANI, Sabtu (20/12/2025), petisi tersebut digagas oleh Doctors Against Forced Organ Harvesting (DAFOH) bersama International Coalition to End Transplant Abuse in China pada Juli 2024. Hingga 15 Desember, petisi ini telah mengumpulkan 505.970 tanda tangan dari 34 negara.

Inisiatif ini bertujuan mendorong pemerintah negara-negara G7—Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Inggris—serta Argentina, Australia, India, Israel, Meksiko, Korea Selatan, dan Taiwan untuk mengambil sikap terhadap dugaan kejahatan pengambilan organ paksa oleh rezim China.

Baca Juga: China Dituduh Eksploitasi Etnis Uighur untuk Pengambilan Organ

Pelanggaran tersebut disebut terutama menimpa para tahanan nurani, termasuk praktisi Falun Gong yang ditahan, warga Uyghur, serta kelompok minoritas etnis dan agama lainnya. Dalam beberapa pekan menjelang pengumuman ini, ratusan anggota parlemen di berbagai negara dilaporkan telah berkomitmen mendorong legislasi yang melarang praktik pengambilan organ paksa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Dibombardir AS, Asap...
Dibombardir AS, Asap Membubung di Pelabuhan Iran
Israel Hancurkan 90%...
Israel Hancurkan 90% Wilayah Gaza, Runtuhkan Banyak Bangunan di Masa Gencatan Senjata
Rekomendasi
Pukat UGM: Penetapan...
Pukat UGM: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bisa Gugur Bila Tanpa Pemeriksaan
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Berita Terkini
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved