HRW Sebut China Lakukan Represi Lintas Negara terhadap Uyghur

Jum'at, 20 Februari 2026 - 10:50 WIB
loading...
A A A
"Saya bisa mengizinkan Anda berbicara dengan keluarga Anda, bahkan mempertemukan Anda kembali dengan mereka di luar negeri," lanjutnya.

Tohti meninggalkan Xinjiang pada 2013 dan telah tinggal di Prancis dengan status pengungsi sejak 2022. Dia tidak memiliki kontak dengan keluarganya sejak 2016, awal dari Kampanye Strike Hard yang abusif oleh pemerintah China di wilayah tersebut.

Pada Juni 2025, dia memperoleh informasi kredibel bahwa ayah, ibu, istri, dan saudara perempuannya semuanya dijatuhi hukuman penjara antara 20 hingga 25 tahun atas tuduhan “menghasut kebencian etnis dan diskriminasi etnis", sebuah tuduhan yang tidak jelas yang digunakan otoritas Xinjiang untuk menghukum ekspresi damai identitas Uyghur.

Hingga kini, Tohti masih tidak memiliki informasi tentang dua anaknya, yang diyakini telah ditahan selama satu dekade di panti asuhan milik negara, maupun tiga saudara kandung lainnya.

Tekanan terhadap Aktivis Uyghur


Tourghoun adalah seorang musisi, pembuat film, dan aktivis Uyghur yang datang ke Prancis sebagai mahasiswa pada 2005 dan kemudian mengajukan suaka setelah otoritas China menahan dan menginterogasinya karena melakukan perekaman di kota Kashgar, Xinjiang, segera setelah Olimpiade Beijing 2008.

Pria yang meneleponnya pada 19 Januari mencoba membuatnya mempertimbangkan kembali aktivitasnya.

“Anda sudah berada di titik terendah…Bagaimana jika kami menghilangkan semua tekanan [politik] ini, dan mengizinkan Anda kembali untuk bertemu orang tua Anda? Apakah Anda memiliki rencana seperti itu?” Ujar pria itu.

Tourghoun, yang merekam percakapan tersebut dan mengunggahnya secara online, mengatakan bahwa otoritas Xinjiang sebelumnya “memaksa keluarga saya menangis melalui telepon sambil meminta informasi tentang Uyghur lain dan menyuruh saya menghentikan aktivitas serta mematuhi pemerintah.”

Dia mengatakan menolak tawaran pejabat tersebut untuk memulihkan komunikasi dengan keluarganya karena dia ingin “mengakhiri penyiksaan psikologis ini.”

Human Rights Watch telah meminta komentar terkait situasi ini kepada Kedutaan Besar China di Paris dan Kementerian Dalam Negeri Prancis, namun belum menerima tanggapan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Hilang dari Radar, Pesawat...
Hilang dari Radar, Pesawat Boeing 737 Ditemukan Hancur di Laut Arab
Pecah! Momen PM Malaysia...
Pecah! Momen PM Malaysia Anwar Ibrahim Nyanyi, PM Thailand Charnvirakul Main Saksofon
Rekomendasi
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
Iskandar Zulkarnain...
Iskandar Zulkarnain Tawarkan Model Hukum Baru Hubungan Kerja Dokter-Rumah Sakit yang Adaptif
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Berita Terkini
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved