Anggota DPR Ini Dipenjara 8 Bulan karena Mengkritik Presiden

Jum'at, 20 Februari 2026 - 09:17 WIB
loading...
Anggota DPR Ini Dipenjara...
Anggota DPR Tunisia, Ahmed Saidani, dihukum 8 bulan penjara karena mengkritik Presiden Kais Saied di Facebook. Foto/Business News
A A A
TUNIS - Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Tunisia dijatuhi hukuman delapan bulan penjara pada hari Kamis atas unggahan di Facebook yang mengkritik Presiden Kais Saied terkait banjir. Menurut hakim pengadilan, unggahan tersebut merupakan kategori penghinaan.

Unggahan anggota Parlemen bernama Ahmed Saidani tersebut tentang kunjungan Saied ke daerah-daerah yang terkena banjir. Dia menulis: "Komandan tertinggi sanitasi dan drainase air hujan".

Baca Juga: Eks PM Tunisia Divonis Hukuman 34 Tahun Penjara

Saidani dulunya merupakan pendukung kebijakan Presiden Saied, namun kini menjadi kritikus vokal. Saidani menuduh presiden berusaha memonopoli semua pengambilan keputusan sembari membiarkan orang lain menanggung kesalahan atas masalah yang ada.

Seorang pejabat pengadilan mengatakan Saidani dihukum penjara atas tuduhan menghina orang lain melalui jaringan komunikasi.

Saidani ditangkap bulan ini setelah unggahan Facebook-nya yang ditujukan kepada Presiden Saied.

"Ini adalah pelanggaran hukum dan serangan terhadap lembaga. Bagaimana Parlemen dapat meminta pertanggungjawaban otoritas eksekutif jika melakukan penangkapan yang melanggar hukum atas pandangan kritis?" kata Bilel Mechri, seorang kolega Saidani, kepada Reuters, Jumat (20/2/2026).

Pengacara Saidani, Houssem Eddine Ben Attia, mengatakan kepada AFP bahwa kliennya dituntut berdasarkan undang-undang telekomunikasi yang melarang tindakan yang merugikan orang lain melalui media sosial. Tindakan seperti ini dapat dikenakan hukuman hingga dua tahun penjara.

Saidani terpilih sebagai anggota Parlemen pada akhir tahun 2022 dalam pemilu dengan tingkat partisipasi pemilih yang sangat rendah, menyusul pembubaran Parlemen sebelumnya oleh Saied dan pemberhentian pemerintah pada tahun 2021.

Saied sejak itu memerintah melalui dekrit, langkah-langkah yang digambarkan oleh oposisi sebagai kudeta.

Sebagian besar pemimpin oposisi, beberapa jurnalis, dan kritikus Saied telah dipenjara sejak dia merebut kendali sebagian besar kekuasaan.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) mengatakan Saied telah memperkuat kekuasaan tunggalnya dan mengubah Tunisia menjadi "penjara terbuka" dalam upaya untuk menekan lawan-lawannya.

Saied mengatakan dia menegakkan hukum dan berupaya untuk membersihkan negara tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT,...
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT, Membela Gay Bakal Dipenjara 5 Tahun
Skandal Umur Politisi...
Skandal Umur Politisi Mungil Ini Hebohkan Nigeria, Berusia 30 atau 16 Tahun?
Presiden Ini Rela Potong...
Presiden Ini Rela Potong Gaji 50% usai Dituntut Lengser oleh Rakyat
Eks PM Thailand Thaksin...
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Dibebaskan dari Penjara, Korupsi tapi Dihukum Ringan
Siapa Laura Fernandez?...
Siapa Laura Fernandez? Presiden Baru Kosta Rika yang Ingin Jadi Perisai AS di Amerika Latin
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved