8 Negara Muslim, Termasuk Indonesia, Kecam Israel Makin Bebas Caplok Lahan di Tepi Barat

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:20 WIB
loading...
8 Negara Muslim, Termasuk...
Israel terus memperluas pencaplokan wilayah di Tepi Barat. Foto/anadolu
A A A
TEPI BARAT - Delapan negara mayoritas Muslim mengecam Israel atas keputusan terbarunya memperketat cengkeramannya di wilayah Palestina yang diduduki. Mereka menuduh rezim Zionis melanggar hukum internasional dan melanggar beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB.

Kabinet keamanan Israel telah menyetujui proposal, yang diajukan para menteri nasionalis garis keras pada akhir pekan, untuk menetapkan sebagian besar wilayah Tepi Barat sebagai "milik negara" untuk pertama kalinya sejak pendudukan dimulai setelah Perang Enam Hari.

Langkah ini didasarkan pada keputusan kabinet pekan lalu untuk menjadikan pendaftaran tanah di daerah tersebut publik daripada privat, sehingga memudahkan para pemukim Yahudi untuk membeli lahan dan real estat.

Kelompok delapan negara mayoritas Muslim – Mesir, Yordania, Indonesia, Pakistan, Turki, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab – mengecam tindakan Israel dalam pernyataan bersama pada hari Selasa.

Mereka berpendapat langkah tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan melanggar beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB, “terutama Resolusi 2334,” yang menyerukan Israel untuk menghentikan aktivitas permukiman di Tepi Barat.

“Langkah ilegal ini merupakan eskalasi serius yang bertujuan mempercepat aktivitas pemukiman ilegal, perampasan tanah, memperkuat kendali Israel, dan menerapkan kedaulatan Israel yang melanggar hukum atas Wilayah Palestina yang Diduduki,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Kedelapan negara tersebut mendesak komunitas internasional segera mengambil “langkah-langkah yang jelas dan tegas” terhadap Israel untuk menghentikan aktivitas ilegalnya dan melindungi hak-hak Palestina.

Tak lama setelah pemerintah Israel mengumumkan keputusannya, kepresidenan Palestina mengecam keras langkah tersebut, menyatakan hal itu secara efektif membatalkan beberapa perjanjian yang telah ditandatangani dan secara terbuka bertentangan dengan keputusan Dewan Keamanan PBB.

Kaum nasionalis garis keras Israel menyambut keputusan kabinet tersebut sebagai “revolusi sejati” yang ditujukan untuk mempercepat proses permukiman dan memulihkan “ketertiban dan pemerintahan” di Tepi Barat. “Negara Israel bertanggung jawab atas tanahnya dan bertindak sesuai hukum, secara transparan dan tegas,” kata salah satu pendukung langkah tersebut, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich.

Pemerintah Israel telah lama berupaya mencaplok Tepi Barat meskipun ada penentangan internasional yang luas terhadap langkah tersebut dan posisi sekutu utamanya, Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali memperingatkan Israel terhadap langkah tersebut, dengan menegaskan pencaplokan “tidak akan terjadi.”

Baca juga: Hamas: Dewan Perdamaian Trump Harus Hentikan Pembunuhan oleh Israel di Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Putin Puji Trump: Pemimpin...
Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi
Rekomendasi
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
3 Purnawirawan Polri...
3 Purnawirawan Polri Dianugerahi Pangkat Kehormatan: Sidarto Danusubroto, Taufiequrachman Ruki, dan Taufiq Effendi
Kasus Penyekapan di...
Kasus Penyekapan di Bandung, Pakar IPB Jelaskan Coercive Control dan Dampaknya pada Korban
Berita Terkini
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Infografis
8 Peristiwa Besar di...
8 Peristiwa Besar di Indonesia Sepanjang Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved