Rusia Peringatkan Payung Nuklir Inggris Tidak akan Lindungi Eropa

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:03 WIB
loading...
Rusia Peringatkan Payung...
Kapal selam penangkal nuklir kelas Vanguard HMS Vengeance berlabuh di Pangkalan Angkatan Laut HM Clyde, Faslane. Foto/Jane Barlow
A A A
MOSKOW - Duta Besar Rusia untuk Inggris, Andrey Kelin, mengatakan ‘payung nuklir’ Inggris tidak akan memberikan keamanan tambahan kepada anggota NATO lainnya di Eropa. Peringatan itu muncul seiring upaya pengembangan penangkal nuklir sendiri di Eropa.

Diskusi tentang pengembangan penangkal nuklir sendiri di benua Eropa telah meningkat setelah pengumuman Gedung Putih bahwa Amerika Serikat akan mengurangi komitmen keamanannya kepada sekutu-sekutu Eropanya, sambil fokus pada pertahanan tanah air dan membendung China.

Tahun lalu, Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan ia ingin negaranya dilindungi oleh ‘payung nuklir’ Inggris dan Prancis, yang merupakan satu-satunya dua negara NATO Eropa yang memiliki senjata tersebut.

Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengumumkan pada bulan Januari bahwa pembicaraan tentang perlindungan serupa telah berlangsung antara Stockholm dan London.

Kelin mengatakan kepada surat kabar Rusia Izvestia pada hari Selasa bahwa “jelas bahwa ‘payung nuklir’ Inggris tidak akan mampu memberikan jaminan keamanan material tambahan” kepada Eropa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Presiden Venezuela Terenyuh...
Presiden Venezuela Terenyuh Puluhan Negara Bantu Cari Korban Gempa, Nyaris 2.000 Orang Tewas
Rekomendasi
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
KPK Panggil Lagi Bos...
KPK Panggil Lagi Bos Maktour Fuad Hasan terkait Kasus Kuota Haji
Komentar Judi Online...
Komentar Judi Online Dinilai Bukan Sekadar Promosi, Pakar: Tapi Upaya Provokasi Sistematis
Berita Terkini
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved