Presiden Belarusia Dukung Gagasan Rusia Satukan Semua Negara yang Dikenai Sanksi

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:07 WIB
loading...
Presiden Belarusia Dukung...
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko. Foto/anadolu
A A A
MINSK - Presiden Belarusia Alexander Lukashenko pada hari Selasa menyatakan dukungannya terhadap gagasan Rusia untuk menyatukan semua negara yang menghadapi sanksi. Kabar itu diungkap kantor berita negara Belta.

Lukashenko menjelaskan dalam rapat pemerintah bahwa Kementerian Luar Negeri Rusia mendekatinya sebagai Ketua Dewan Negara Tertinggi untuk mempertimbangkan masalah ini dan "bagaimanapun caranya menyatukan semua negara yang dikenai sanksi."

"Kami juga telah meyakinkan China. Mereka tidak perlu dibujuk; mereka mengerti bahwa mereka akan menjadi yang berikutnya," tambahnya.

Lukashenko menyatakan saat ini ada 50 negara yang dikenai sanksi langsung, yang secara tidak langsung memengaruhi "ratusan negara".

"Jika kita bersatu dan mencapai kesepakatan, mereka yang memberlakukan sanksi terhadap kita akan takut," tegas pemimpin Belarusia itu.

Amerika Serikat menggunakan sanksi ekonomi dan finansial sebagai instrumen utama kebijakan luar negerinya. Sanksi biasanya dijatuhkan dengan berbagai dalih antara lain karena isu keamanan global, program nuklir, pelanggaran HAM, agresi militer, atau krisis demokrasi.

Negara yang mendapat sanksi berat antara lain Rusia akibat invasi ke Ukraina, Iran dan Korea Utara terkait pengembangan senjata nuklir, serta Kuba yang telah lama berada di bawah embargo sejak era Perang Dingin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
AS Serang Abadan dan...
AS Serang Abadan dan Mahshahr di Iran Barat, Wilayah Perbatasan Jadi Sasaran
Heboh! 100 Lebih Politisi...
Heboh! 100 Lebih Politisi Demokrat di DPR AS Tolak Bantuan Militer untuk Israel
Rekomendasi
Seleksi Mandiri Nilai...
Seleksi Mandiri Nilai UTBK Universitas Brawijaya 2026 Resmi Dibuka, Cek Infonya
24 Penumpang KM Nurul...
24 Penumpang KM Nurul Salsa Belum Ditemukan, Basarnas Lanjutkan Pencarian
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
Berita Terkini
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved