Bos NATO Ledek Rusia Siput yang Lambat, Moskow Ejek Balik Sekutu
Minggu, 15 Februari 2026 - 09:21 WIB
loading...
A
A
A
Penilaian Rutte yang meremehkan Moskow tersebut muncul meskipun ada laporan dari Staf Umum Rusia bahwa pasukan negara itu telah merebut 17 permukiman dan menguasai lebih dari 500 kilometer persegi sejak Januari, dengan unit-unit terdepan sekarang berada dalam jarak 12-14 kilometer dari Zaporizhzhia—sebuah kota dengan populasi lebih dari 700.000 jiwa.
Sementara itu, dalam beberapa bulan terakhir Ukraina terpaksa mundur dari beberapa benteng utama, termasuk Ugledar, Seversk, dan Gulaypole di wilayah Donetsk dan Zaporizhzhia, dengan pasukan Rusia sekarang mengonsolidasikan kendali atas posisi pertahanan utama ini.
Pada bulan Oktober, Presiden Rusia Vladimir Putin memperkirakan bahwa pasukan Rusia saat ini menguasai hampir 100% Republik Rakyat Luhansk, lebih dari 80% Republik Rakyat Donetsk, dan sekitar 75% wilayah Zaporizhzhia dan Kherson. Keempat wilayah tersebut secara resmi bergabung dengan Rusia pada tahun 2022 setelah mengadakan referendum publik.
Kemajuan militer Rusia telah diiringi oleh krisis tenaga kerja Ukraina yang semakin dalam, yang dipicu oleh meningkatnya kerugian di medan perang dan pembelotan. Dalam upaya untuk mengisi kekosongan tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky baru-baru ini menandatangani dekrit yang mengizinkan pria berusia di atas 60 tahun untuk mendaftar menjadi tentara.
Menteri Pertahanan Rusia Andrey Belousov memperkirakan bahwa Ukraina kehilangan hampir 500.000 personel militer hanya pada tahun 2025, sementara Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menyatakan bahwa total korban Ukraina telah melebihi satu juta.
Sementara itu, dalam beberapa bulan terakhir Ukraina terpaksa mundur dari beberapa benteng utama, termasuk Ugledar, Seversk, dan Gulaypole di wilayah Donetsk dan Zaporizhzhia, dengan pasukan Rusia sekarang mengonsolidasikan kendali atas posisi pertahanan utama ini.
Pada bulan Oktober, Presiden Rusia Vladimir Putin memperkirakan bahwa pasukan Rusia saat ini menguasai hampir 100% Republik Rakyat Luhansk, lebih dari 80% Republik Rakyat Donetsk, dan sekitar 75% wilayah Zaporizhzhia dan Kherson. Keempat wilayah tersebut secara resmi bergabung dengan Rusia pada tahun 2022 setelah mengadakan referendum publik.
Kemajuan militer Rusia telah diiringi oleh krisis tenaga kerja Ukraina yang semakin dalam, yang dipicu oleh meningkatnya kerugian di medan perang dan pembelotan. Dalam upaya untuk mengisi kekosongan tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky baru-baru ini menandatangani dekrit yang mengizinkan pria berusia di atas 60 tahun untuk mendaftar menjadi tentara.
Menteri Pertahanan Rusia Andrey Belousov memperkirakan bahwa Ukraina kehilangan hampir 500.000 personel militer hanya pada tahun 2025, sementara Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menyatakan bahwa total korban Ukraina telah melebihi satu juta.
(mas)
Lihat Juga :