Terungkap, Kapal-kapal Perang China Dekati Australia dalam Jarak 8 Km

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:38 WIB
loading...
Terungkap, Kapal-kapal...
Salah satu kapal perang China yang mendekati wilayah Australia pada November lalu. Foto/Australian Defence Force/Handout/NewsWire
A A A
CANBERRA - Panglima Angkatan Bersenjata Australia, Laksamana David Johnston, mengungkap bahwa wilayah negaranya telah didekati kapal-kapal China dalam jarak 8,1 km. Itu terjadi pada November 2025, dan baru diungkap dalam sidang Senat pada hari Rabu.

Johnston mengatakan kapal-kapal perang Beijing berada antara 8,1-11,3 km dari zona ekonomi eksklusif (ZEE) Australia.

“Mereka hampir saja melewatinya, tetapi kami melakukan pengawasan yang sangat ketat terhadap platform-platform tersebut saat mereka berada di dekat perairan kami,” katanya, sebagaimana dikutip dari news.com.au, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga: Pakar Militer: Armada Kapal Perang China Sedang Mendekat untuk Intimidasi Australia

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa armada tersebut mencapai titik terdekatnya di lepas pantai timur laut Queensland. Namun, kemudian berbalik arah, melewati Kaledonia Baru sebelum kembali ke utara.

“Kami memiliki pemahaman yang baik tentang lokasi harian kapal-kapal yang bekerja sama dengan mitra,” kata Laksamana Johnston.

“Kami memiliki pesawat kami sendiri yang dikerahkan ke Pasifik barat, tetapi kombinasi berbagai cara memungkinkan kami untuk memahami pergerakan gugus tugas tersebut.”

Dia memperingatkan bahwa demonstrasi militer Beijing tersebut adalah demonstrasi kemampuan mereka untuk beroperasi jauh lebih jauh dari pantai China daripada yang biasanya mereka lakukan.

“Tidak diragukan lagi ini menunjukkan kepada kawasan kita bahwa Angkatan Laut China mampu melakukan pengerahan,” paparnya.

“Kami menilai sifat aktivitas mereka adalah untuk tujuan pelatihan internal serta memberi sinyal kepada Australia dan kawasan kita tentang kapasitas yang dimiliki militer China," imbuh dia.

Pernyataan sedikit berbeda disampaikan Wakil Perdana Menteri Richard Marles saat itu. Menurutnya, kapal-kapal perang China berada dalam jarak 12 km dari wilayah Australia.

"Kami mempertahankan kesadaran domain maritim yang konstan di wilayah geografis yang diminati, Asia Tenggara, Asia Timur Laut, Samudra Hindia timur laut, dan Pasifik," katanya.

“Dan dalam konteks itu, kami akan secara rutin memantau pergerakan kapal-kapal PLA,” katanya. PLA adalah singkatan untuk nama militer China, yakni Tentara Pembebasan Rakyat.

“Dan ketika ada pergerakan seperti ini, kami akan memantaunya, terutama sampai kami yakin bahwa mereka tidak mendekati Australia," paparnya.

Komentar Laksamana Johnston digaungkan oleh Menteri Pertahanan yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, Greg Moriarty.

Moriarty, salah satu pejabat publik senior di Canberra, akan menggantikan Kevin Rudd sebagai duta besar untuk Amerika Serikat pada bulan April mendatang.

Dia mengatakan kehadiran Angkatan Laut PLA di kawasan tersebut telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

"Kami memperkirakan ini akan terus berlanjut," kata Moriarty.

"Kami secara konsisten telah menekankan pentingnya China memberikan transparansi strategis dan jaminan yang lebih besar tentang aktivitasnya di kawasan kami," terangnya.

Sebelumnya, kapal-kapal perang China pernah melakukan latihan tembak langsung di Laut Tasman, yang membuat Australia waspada.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Restoran Pizza Hut Dijual...
Restoran Pizza Hut Dijual Rp47,8 Triliun, Ini Pemilik Barunya
Rekomendasi
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Hebatnya Jet Tempur...
Hebatnya Jet Tempur Rusia Tembak Su-27 Ukraina dalam Jarak 130 Km
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved