Berdebat soal Trump, Seorang Ayah Tembak Mati Putrinya

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:12 WIB
loading...
A A A
Dalam waktu sekitar 15 detik dia mendengar “ledakan keras”, yang awalnya dia pikir adalah lelucon tersangka.

Tersangka, yang bekerja sebagai eksekutif di sebuah perusahaan serat optik dan pindah ke Amerika ketika korban masih kecil, mengatakan dia menyimpan senjata mematikan itu untuk “pertahanan rumah”, dan dia tidak memerlukan lisensi di negara bagian Texas.

Dia tidak menghadiri sidang tetapi mengeluarkan pernyataan yang mengeklaim korban telah memintanya untuk melihat senjatanya. "Saat saya mengangkat pistol untuk menunjukkan padanya, tiba-tiba saya mendengar suara keras. Saya tidak mengerti apa yang terjadi. Lucy langsung terjatuh," klaimnya, seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (12/2/2026).

Dia mengatakan kepada polisi yang berada di lokasi kejadian: “Kami mengeluarkannya untuk dilihat dan ketika saya mengambilnya, benda itu meledak.”

Namun, petugas koroner memutuskan bahwa tersangka adalah "peminum rahasia" yang, berdasarkan kemungkinan, telah menggoda putrinya dengan pistol ketika dia menembaknya hingga tewas.

“Tindakannya telah membunuh putrinya sendiri dan diharapkan dia sekarang menyadari risiko yang dia timbulkan terhadap nyawa putrinya dalam situasi di mana dia tidak memiliki pengalaman menggunakan senjata, tidak melakukan pelatihan, dan tidak pernah menembakkan senjata," kata petugas tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Laporan Media: AS Tekan...
Laporan Media: AS Tekan Oman untuk Putuskan Hubungan dengan Iran
Bukan Hanya Rupiah,...
Bukan Hanya Rupiah, Won Korea Tersungkur Hadapi Dolar AS: Terburuk sejak 17 Tahun
Rekomendasi
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
Berita Terkini
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved