Bom Belum Meledak Masih Ada di Situs Nuklir Iran yang Diserang AS

Senin, 09 Februari 2026 - 11:48 WIB
loading...
Bom Belum Meledak Masih...
Iran sebut bom belum meledak masih ada di situs nukir yang diserang AS pada Juni tahun lalu. Foto/Maxar Technologies
A A A
TEHERAN - Pemerintah Iran mengatakan bom yang belum meledak masih ada di fasilitas nuklir yang diserang Amerika Serikat (AS) Juni tahun lalu. Pernyataan ini disampaikan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita Young Journalists Club Iran, Araghchi mengatakan bahwa dia bertanya kepada Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi apakah ada undang-undang atau protokol khusus yang mengatur kunjungan ke fasilitas nuklir yang menjadi target AS.

“Tidak, tidak ada yang seperti itu,” jawab Grossi, seperti yang disebutkan oleh Araghchi.

Baca Juga: Israel Sesumbar Akan Serang Iran Sendirian Tanpa Perlu Izin AS

Diplomat senior itu mengatakan bahwa dia telah memberi tahu Grossi tentang perlunya menetapkan protokol sebelum kunjungan apa pun. “Mengingat masalah keamanan yang ada, termasuk keberadaan bom yang belum meledak dan hal-hal lain yang perlu disepakati," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa inspeksi hanya boleh dilakukan setelah mencapai kesepakatan mengenai masalah-masalah ini.

“Iran tetap berhubungan dengan badan tersebut dalam hal ini,” kata Araghchi, seperti dikutip Middle East Monitor, Senin (9/2/2026).

Juni lalu, Israel, dengan dukungan AS, melancarkan serangan selama 12 hari terhadap Iran, menargetkan situs militer dan nuklir serta fasilitas sipil dan melakukan pembunuhan terhadap komandan dan ilmuwan. Iran, pada gilirannya, menargetkan situs militer dan intelijen Israel dengan rudal dan drone.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 
Rekomendasi
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved