Intel Rusia Tuduh Prancis Rencanakan Kudeta di Negara-negara Bekas Jajahannya di Afrika
Selasa, 03 Februari 2026 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
SVR juga menuduh Prancis terlibat dalam upaya kudeta yang gagal di Burkina Faso pada 3 Januari, dengan mengatakan bahwa rencana tersebut termasuk rencana untuk membunuh pemimpin militer Burkina Faso, Ibrahim Traore, yang digambarkan sebagai “salah satu pemimpin dalam perjuangan melawan neokolonialisme.”
Badan intelijen tersebut selanjutnya menuduh Paris berupaya untuk menggoyahkan Mali melalui serangan terhadap konvoi bahan bakar dan upaya untuk memblokade kota-kota, serta berupaya untuk menabur keresahan di Republik Afrika Tengah. Mereka mengulangi tuduhan lama dari negara-negara Sahel bahwa Prancis “memberikan dukungan langsung kepada teroris” dan berkoordinasi dengan Ukraina untuk memasok militan dengan drone dan instruktur.
Di Madagaskar, laporan intelijen menyebutkan Prancis berupaya menggulingkan Presiden sementara Michael Randrianirina, yang menjabat pada Oktober 2025 setelah pencopotan mantan Presiden Andry Rajoelina.
Laporan tersebut muncul beberapa hari setelah pemimpin transisi Niger, Jenderal Abdourahamane Tchiani, menuduh Prancis dan negara-negara tetangga mensponsori tentara bayaran di balik serangan terhadap bandara internasional di Niamey.
Prancis belum menanggapi tuduhan terbaru ini, tetapi sebelumnya telah membantah memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok Islamis di Sahel.
Badan intelijen tersebut selanjutnya menuduh Paris berupaya untuk menggoyahkan Mali melalui serangan terhadap konvoi bahan bakar dan upaya untuk memblokade kota-kota, serta berupaya untuk menabur keresahan di Republik Afrika Tengah. Mereka mengulangi tuduhan lama dari negara-negara Sahel bahwa Prancis “memberikan dukungan langsung kepada teroris” dan berkoordinasi dengan Ukraina untuk memasok militan dengan drone dan instruktur.
Di Madagaskar, laporan intelijen menyebutkan Prancis berupaya menggulingkan Presiden sementara Michael Randrianirina, yang menjabat pada Oktober 2025 setelah pencopotan mantan Presiden Andry Rajoelina.
Laporan tersebut muncul beberapa hari setelah pemimpin transisi Niger, Jenderal Abdourahamane Tchiani, menuduh Prancis dan negara-negara tetangga mensponsori tentara bayaran di balik serangan terhadap bandara internasional di Niamey.
Prancis belum menanggapi tuduhan terbaru ini, tetapi sebelumnya telah membantah memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok Islamis di Sahel.
(mas)
Lihat Juga :