Agen Federal Kembali Tembak Mati Warga AS, Situasi Minneapolis Makin Memanas

Minggu, 25 Januari 2026 - 07:22 WIB
loading...
Agen Federal Kembali...
Alex Pretti, warga AS yang ditembak mati agen federal di kota Minneapolis pada hari Sabtu. Foto/TMZ
A A A
MINNEAPOLIS - Seorang agen federal Amerika Serikat (AS) telah menembak mati seorang warga negara Amerika di Minneapolis pada hari Sabtu. Ini menjadi pembunuhan yang kedua kalinya terhadap warga sipil di kota itu dalam waktu kurang dari tiga minggu.

Alex Pretti (37) ditembak mati agen federal, diduga dari unitPasukan Patroli Perbatasan. Pada 7 Januari lalu, Renee Nicole Good, juga seorang warga negara Amerika berusia 37 tahun, ditembak mati agen Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di kota yang sama dengan video yang menunjukkan dia mencoba melarikan diri dari konfrontasi.

Baca Juga: Agen ICE Tembak Mati Seorang Wanita di Minneapolis, Korban di Anggap Teroris

Pembunuhan terhadap Good telah memicu protes di seluruh negeri. Sekarang, pembunuhnan terhadap Pretti juga semakin memanaskan situasi di Minneapolis.

Pejabat kota dan polisi setempat mengatakan dalam pernyataan mereka bahwa penembakan terhadap Pretti terjadi di daerah antara West 26th Street dan Nicollet Avenue. Pernyataan itu meminta “masyarakat untuk tetap tenang”.

Pretti adalah seorang perawat terdaftar yang bekerja di unit perawatan intensif di Sistem Perawatan Kesehatan VA Minneapolis, yang melayani para veteran.

Greg Bovino, komandan patroli perbatasan AS, mengatakan dalam konferensi pers bahwa seorang petugas dengan pengalaman delapan tahun di lembaga tersebut menembak dan membunuh Pretti pada hari Sabtu.

Sebuah video yang beredar online pada hari Sabtu menunjukkan Pretti dibanting ke tanah oleh beberapa petugas penegak hukum sebelum ditembak beberapa kali oleh seorang petugas. Setidaknya dua petugas terlihat mengacungkan senjata mereka.

Video penembakan yang lebih komprehensif, yang diperoleh dan diposting online oleh Drop Site News, menunjukkan bahwa Pretti tampaknya membela seseorang yang didorong ke tanah oleh seorang petugas federal. Petugas itu kemudian menyemprot Pretti dengan zat kimia, berulang kali, sebelum menjatuhkannya ke jalan bersama dengan agen lain.

Setidaknya lima agen mengepung Pretti di tanah, salah satunya tampak menembaknya dari jarak dekat, diikuti oleh rentetan tembakan lainnya.

Para ahli sumber terbuka telah mulai menganalisis bukti video yang tampaknya ada secara daring, dan setidaknya satu analis menyatakan bahwa video awal menunjukkan Pretti telah dirampas senjatanya sebelum tembakan dilepaskan. Bukti visual dalam video kedua tampaknya konsisten dengan interpretasi bahwa sebuah senjata tampaknya telah dirampas oleh seorang agen tepat sebelum agen lain menembaknya.

Dalam sebuah pernyataan, Tricia McLaughlin, asisten Menteri Keamanan Dalam Negeri, mengatakan penembakan itu terjadi sekitar pukul 09.05 pagi waktu setempat ketika petugas sedang melakukan operasi terarah di Minneapolis terhadap seseorang yang menurut mereka berada di AS secara ilegal dan dicari karena penyerangan. Pernyataan McLaughlin mengatakan: “Seorang individu mendekati petugas Patroli Perbatasan AS dengan pistol semi-otomatis 9mm," katanya. "Petugas mencoba melucuti senjatanya."

Pernyataan McLaughlin menuduh Pretti telah “melawan” dan, tanpa menjelaskan lebih lanjut, mengatakan: “Rincian lebih lanjut tentang perkelahian bersenjata akan segera disampaikan."

“Karena takut akan nyawanya serta keselamatan rekan-rekan petugas, seorang agen melepaskan tembakan untuk membela diri,” katanya. “Petugas medis di lokasi kejadian segera memberikan pertolongan medis kepada korban, tetapi dia dinyatakan meninggal di tempat kejadian.”

Dia menambahkan bahwa pria yang kemudian diidentifikasi sebagai Pretti juga memiliki “2 magazine dan tanpa identitas”.

Eliot Higgins, pendiri outlet investigasi sumber terbuka Bellingcat, mengatakan bahwa sulit untuk menerima klaim pemerintahan Presiden Donald Trump begitu saja setelah penembakan Good.

“Perlakukan klaim pemerintah AS dan ICE seperti Anda memperlakukan klaim pemerintah Rusia setelah mereka menembak jatuh pesawat atau mengebom rumah sakit,” tulis Higgins. “Amerika 2026.”

Pernyataan McLaughlin kemudian diklarifikasi oleh Kristi Noem, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, yang dalam konferensi pers Sabtu malam menyatakan bahwa Pretti menghadapi petugas dengan senjatanya.

“Seorang individu mendekati petugas Patroli Perbatasan AS dengan pistol semi-otomatis 9mm. Para petugas berusaha melucuti senjata individu tersebut, tetapi tersangka bersenjata itu bereaksi dengan keras,” kata Noem, meskipun bukti video jelas menunjukkan Pretti yang tidak bersenjata dipukuli.

Noem melanjutkan: “Ini tampak seperti situasi di mana seseorang datang ke tempat kejadian untuk menimbulkan kerusakan maksimal dan membunuh petugas penegak hukum.”

Pada konferensi pers, Brian O’Hara, kepala polisi Minneapolis, mengatakan Pretti tinggal di Minneapolis, adalah warga negara Amerika dan satu-satunya interaksi sebelumnya yang diketahui dengan penegak hukum adalah untuk tilang lalu lintas. O’Hara juga mengatakan Pretti adalah pemilik senjata api yang sah dengan izin membawa senjata. Hukum Minnesota mengizinkan warga untuk mendapatkan izin membawa pistol di tempat umum. Hukum tersebut tidak mengharuskan penyembunyian senjata tersebut.

O’Hara juga mengatakan: “Tuntutan kami hari ini adalah agar lembaga-lembaga federal yang beroperasi di kota kami melakukannya dengan disiplin, kemanusiaan, dan integritas yang sama seperti yang dituntut oleh penegakan hukum yang efektif."

“Kami mendesak semua orang untuk tetap damai dan menyadari bahwa ada banyak kemarahan dan pertanyaan seputar apa yang telah terjadi," ujarnya, seperti dikutip The Guardian, Minggu (25/1/2026).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Iran Desak AS Paksa...
Iran Desak AS Paksa Israel Tarik Pasukan dari Lebanon
Rekomendasi
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Utamakan Sepatu Sekolah yang Nyaman dan Awet
Dana Pemerintah Rp281...
Dana Pemerintah Rp281 Triliun Dijamin Parkir di Bank BUMN hingga Desember 2026
Dituding Langgar Hak...
Dituding Langgar Hak Cipta, Syahravi Resmi Laporkan Fariz RM ke Polda Metro Jaya
Berita Terkini
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved