Laporan AS Ungkap Represi China dari Dalam Negeri hingga Luar Perbatasan

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:48 WIB
loading...
A A A
Laporan tersebut menegaskan bahwa represi kini semakin meluas hingga melampaui perbatasan China. Komisi tersebut mencatat penggunaan alat digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk membentuk narasi di luar negeri, termasuk kampanye yang menyasar Amerika Serikat atau individu pengkritik.

Regulasi China yang mewajibkan sistem AI menanamkan “nilai-nilai inti sosialisme” memicu kekhawatiran tentang ekspor model sensor melalui teknologi dan perangkat lunak global.

Komitmen Internasional China


Selain itu, infrastruktur fisik juga disebut berperan. Ekspansi satelit dan kemitraan teknologi internasional dinilai berpotensi menjadi sarana penyebaran otoritarianisme digital. Jika digabungkan dengan tekanan diplomatik, pembatalan paspor, peretasan, hingga dugaan pemberian imbalan terhadap aktivis di luar negeri, laporan tersebut menggambarkan terbentuknya sistem intimidasi global yang terkoordinasi.

Semua praktik tersebut, menurut komisi, berakar pada catatan panjang pelanggaran komitmen internasional. China telah meratifikasi berbagai perjanjian utama, mulai dari Konvensi Wina tentang Hubungan Konsuler hingga konvensi mengenai diskriminasi rasial, penyiksaan, hak buruh, dan hukum laut, namun dinilai kerap melanggarnya ketika bertentangan dengan kepentingan partai.

Pengalaman Hong Kong disebut sebagai contoh paling menonjol. Deklarasi Bersama China–Inggris menjanjikan otonomi dan supremasi hukum, tetapi penerapan undang-undang keamanan nasional yang luas serta pembungkaman oposisi kemudian memperlihatkan rapuhnya janji tersebut.

Pola serupa juga ditemukan dalam isu lain, termasuk asimilasi paksa minoritas melalui sistem sekolah berasrama dan keberlanjutan kerja paksa di sejumlah sektor industri, seperti kapas, makanan laut, manufaktur, serta proyek konstruksi luar negeri. Dampaknya meluas ke ekonomi global, dinilai merusak persaingan, menekan standar ketenagakerjaan, dan melibatkan konsumen di berbagai negara.

Dalam kesimpulannya, laporan komisi menggambarkan CCP sebagai rezim yang menggunakan bahasa hukum dan kerja sama internasional sebagai sarana pragmatis, bukan komitmen yang mengikat. Kesepakatan ditandatangani untuk memperoleh legitimasi, akses, atau keuntungan ekonomi, lalu diabaikan ketika bertentangan dengan prioritas Partai. Pola tersebut, menurut laporan komisi, berisiko mengikis kepercayaan terhadap komitmen China sekaligus terhadap sistem internasional secara keseluruhan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Maskapai Eropa Diminta...
Maskapai Eropa Diminta Tak Melintasi Langit Teluk, Ancaman Rudal dan Drone Mengintai
Pertama Kali, Militer...
Pertama Kali, Militer AS Gunakan Drone Laut Serang Iran
Rekomendasi
Update! 36 Kapolda Se-Indonesia...
Update! 36 Kapolda Se-Indonesia usai Pelantikan oleh Kapolri Juli 2026, Ini Nama-namanya
Pastikan MPLS 2026 Aman...
Pastikan MPLS 2026 Aman untuk Murid Baru, Wamendikdasmen: Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua
KHBS Terus Diperluas,...
KHBS Terus Diperluas, Puluhan Ribu Warga Pulang Pisau Ditargetkan Nikmati Bantuan hingga Kuliah Gratis
Berita Terkini
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved