Laporan AS Ungkap Represi China dari Dalam Negeri hingga Luar Perbatasan

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:48 WIB
loading...
Laporan AS Ungkap Represi...
Laporan tahun Kongres AS ungkap represi rezim Partai Komunis China dari dalam negeri hingga luar perbatasan China. Foto/via Brookings
A A A
JAKARTA - Hubungan Partai Komunis China (CCP) dengan hukum, kebenaran, dan komitmen internasional selama ini dinilai sarat kontradiksi. Semakin banyak kesepakatan yang ditandatangani Beijing, mulai dari kerja sama internasional, jaminan hak, hingga komitmen pembatasan kekuasaan, namun semakin sering pula kesepakatan tersebut cenderung dilanggar dalam praktiknya.

Mengutip dari Hamrakura, Selasa (20/1/2026), kontradiksi tersebut disorot secara rinci dalam laporan tahunan 2025 Congressional-Executive Commission on China, lembaga di bawah Kongres Amerika Serikat (AS) yang memantau hak asasi manusia (HAM) dan supremasi hukum di China.

Laporan itu menyimpulkan bahwa pelanggaran janji bukanlah penyimpangan, melainkan bagian dari pola tata kelola CCP. Dampaknya, menurut komisi itu, tidak hanya dirasakan di dalam negeri China, tetapi juga merugikan warga Amerika Serikat serta mengganggu stabilitas tatanan global.

Baca Juga: Protes Pedesaan China Melonak Tajam di Tengah Tekanan Ekonomi

Komisi yang dibentuk pada 2000 tersebut mencatat, selama seperempat abad terakhir, kondisi di China justru bergerak berlawanan dengan harapan awal bahwa integrasi ke lembaga-lembaga internasional akan mendorong perbaikan HAM. Laporan terbaru menunjukkan kemunduran signifikan dalam supremasi hukum, seiring meningkatnya kapasitas CCP untuk melakukan represi di dalam negeri dan tekanan ke luar negeri.

Ketua bersama komisi, Senator Dan Sullivan dan anggota DPR AS Chris Smith, menyatakan bahwa janji yang dilanggar merupakan “fitur” dari cara CCP memerintah dan berinteraksi dengan dunia internasional.

Bagi warga Amerika Serikat, dampak tersebut tidak lagi bersifat jauh atau abstrak. Laporan menjabarkan bagaimana warga AS yang bepergian ke China untuk bekerja atau belajar dapat dikenai larangan keluar negeri dan penahanan sewenang-wenang, sering kali tanpa penjelasan memadai atau jalur hukum yang jelas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Mantan PM Thailand Thaksin...
Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara Setelah Mendapat Pengampunan Kerajaan
Topan Dahsyat Terjang...
Topan Dahsyat Terjang Jepang! Transportasi Lumpuh, Puluhan Ribu Rumah Tanpa Listrik
Rekomendasi
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Berita Terkini
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved