Invasi AS ke Greenland Berarti Amerika Perang Melawan NATO!

Senin, 19 Januari 2026 - 07:03 WIB
loading...
Invasi AS ke Greenland...
Presiden AS Donald Trump diperingatkan untuk tidak menginvasi Greenland, karena itu akan menjadi perang AS melawan NATO. Foto/Departemen Pertahanan AS/Master Sgt. Benjamin Wiseman
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diperingatkan bahayanya intervensi militer untuk mendapatkan Greenland, wilayah otonom di Kerajaan Denmark. Sebab, jika itu terjadi, artinya Amerika akan perang melawan NATO itu sendiri.

Peringatan ini disampaikan anggota Parlemen AS dari Partai Republik, Michael McCaul, dalam program "This Week" ABC pada hari Minggu waktu AS. Menurutnya, jika perang itu terjadi maka NATO bisa berakhir.

"Apa pendapat Anda tentang apa yang terjadi dengan presiden di Greenland? Dan sekarang dia telah mengenakan tarif pada delapan sekutu kita di Eropa; dia tidak mengesampingkan kekuatan militer untuk mendapatkan Greenland. Apa yang sedang terjadi?" tanya pembawa acara "This Week", Jonathan Karl, kepada McCaul, yang menjabat sebagai ketua emeritus dari Komite Urusan Luar Negeri dan Keamanan Dalam Negeri Parlemen.

Baca Juga: PM Inggris Peringatkan Trump: Langkah Melawan Sekutu NATO Itu Salah!

Meskipun McCaul mengakui pentingnya strategis pulau terbesar di dunia tersebut, dan mencatat bahwa Presiden Trump sebelumnya telah mempertimbangkan untuk mengakuisisi wilayah tersebut, dia mengatakan AS sudah memiliki perjanjian yang memungkinkan "akses penuh" untuk melindungi Greenland—yang secara efektif meniadakan tujuan invasi apa pun.

"Faktanya, presiden memiliki akses militer penuh ke Greenland untuk melindungi kita dari ancaman apa pun," kata McCaul.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
Iran Klaim 70% Serangannya...
Iran Klaim 70% Serangannya Hantam Target Pangkalan AS di Timur Tengah
Rekomendasi
Hasil Seleksi Administrasi...
Hasil Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2026 Diumumkan, Cek Akun SIMPKB!
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Berita Terkini
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved