Rusia Sebut Ancaman AS Caplok Greenland Luar Biasa, Akui Terus Pantau Situasi

Minggu, 18 Januari 2026 - 08:08 WIB
loading...
Rusia Sebut Ancaman...
Rusia sebut ancaman Presiden AS Donald Trump mencaplok Greenland dari Denmark sebagai hal luar biasa. Moskow akui terus memantau situasinya. Foto/Sputniknews
A A A
MOSKOW - Pemerintah Rusia menyebut ancaman pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil alih Greenland sebagai hal yang luar biasa. Moskow akui terus memantau situasi tersebut.

“Situasinya tidak biasa, saya bahkan akan mengatakan luar biasa dari sudut pandang hukum internasional,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, yang dikutip kantor berita RIA Novosti, Sabtu (17/1/2026).

Baca Juga: Trump Kenakan Tarif 25% pada 8 Negara NATO karena Menentang AS Mencaplok Greenland

Trump telah membicarakan tentang pengambilalihan Greenland, wilayah otonom Kerajaan Denmark, sejak operasi militer AS menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro pada 3 Januari. Trump mengatakan AS membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional dan bahwa hanya Washington yang dapat melawan ancaman yang diduga dari Rusia dan China terhadap pulau tersebut.

"Trump telah mengatakan bahwa hukum internasional bukanlah prioritas baginya. Situasinya berkembang di jalur yang berbeda, dan kami, bersama dengan seluruh dunia, akan memantau untuk melihat jalur mana yang akan ditempuh," lanjut Peskov.

Kremlin mengatakan Rusia tetap menganggap Greenland sebagai wilayah Kerajaan Denmark.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Viral Kabar Kanye West...
Viral Kabar Kanye West Bakal Manggung di Jakarta Oktober 2026, Netizen Antusias War Tiket!
Kejagung Pastikan Proses...
Kejagung Pastikan Proses Etik Febrie Adriansyah Tunggu Perkara Pidana Inkrah
Program Magang Nasional,...
Program Magang Nasional, Strategi Pemerintah Tekan Angka Pengangguran
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved