Sebut Israel Memiliki Hak untuk Menyerang, Menlu Negara Arab Ini Dikecam Ramai-ramai

Jum'at, 16 Januari 2026 - 09:38 WIB
loading...
A A A
“Alih-alih menjalankan tugasnya untuk mengutuk agresi Israel dan mengaktifkan tekanan diplomatik untuk membela kedaulatan dan warga Lebanon, kami melihatnya membenarkan kejahatan Zionis dan pembunuhan rakyatnya sendiri,” kata Ammar, seperti dikutip The New Arab, Jumat (16/1/2026).

Dia menyerukan kepada Presiden Joseph Aoun dan Perdana Menteri Nawaf Salam mengambil sikap yang jelas dan tegas untuk menghentikan retorika yang memicu perpecahan internal dan hanya menguntungkan musuh.

Pernyataan Rajji muncul ketika pasukan Israel terus melakukan pelanggaran gencatan senjata November 2024 hampir setiap hari, termasuk serangan udara, serangan pesawat tak berawak, serangan darat, dan perluasan posisi militer di Lebanon selatan.

Perjanjian tersebut tidak memberikan hak kepada Israel untuk menyerang Lebanon secara sepihak, dan menetapkan bahwa dugaan pelanggaran harus dirujuk ke mekanisme pemantauan yang dipimpin Amerika Serikat daripada ditindaklanjuti secara militer.

Para pejabat Lebanon dan sumber-sumber PBB telah berulang kali menyatakan bahwa Israel telah gagal memenuhi kewajibannya sendiri berdasarkan kesepakatan tersebut, termasuk menarik diri dari lima titik pendudukan di Lebanon dan menghentikan serangan.

Pasukan penjaga perdamaian PBB, UNIFIL, mengatakan bahwa mereka tidak melihat bukti pembangunan kembali infrastruktur militer Hizbullah di selatan Sungai Litani, yang bertentangan dengan klaim Israel yang digunakan untuk membenarkan serangan yang terus berlanjut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Kesal! Trump: AS Bayar...
Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia
Rekomendasi
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Berita Terkini
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved