Apakah Kamu Mati? Aplikasi yang Sedang Viral di China, Ini Sebabnya
Rabu, 14 Januari 2026 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
China mencatat penurunan populasi selama tiga tahun berturut-turut pada tahun 2024 dan pada tahun 2023 kehilangan statusnya sebagai negara terpadat di dunia yang kini dipegang India.
“Seiring dengan penurunan angka kelahiran, peningkatan harapan hidup, penurunan angka pernikahan, dan peningkatan angka perceraian, faktor-faktor ini menciptakan tren ‘rumah tangga satu orang’,” ujar Wei-Jun Jean Yeung, seorang ahli demografi sosial di Universitas Nasional Singapura, seperti yang dikutip Financial Times, menambahkan kekhawatiran itu nyata.
China berpotensi memiliki hingga 200 juta rumah tangga satu orang pada tahun 2030, dengan lebih dari 30% penduduknya tinggal sendirian, menurut proyeksi yang diterbitkan pada tahun 2021 oleh perusahaan riset properti Beike Research Institute.
Survei pemerintah terpisah yang dilakukan pada tahun 2021 menemukan hampir 60% warga China berusia 60 tahun ke atas tinggal sendirian atau hanya dengan pasangan, meningkat sekitar 10 poin persentase dari tahun 2010.
Baca juga: Trump Batalkan Pertemuan AS-Iran, Dorong Para Pengunjuk Rasa Mengambil Alih Institusi
“Seiring dengan penurunan angka kelahiran, peningkatan harapan hidup, penurunan angka pernikahan, dan peningkatan angka perceraian, faktor-faktor ini menciptakan tren ‘rumah tangga satu orang’,” ujar Wei-Jun Jean Yeung, seorang ahli demografi sosial di Universitas Nasional Singapura, seperti yang dikutip Financial Times, menambahkan kekhawatiran itu nyata.
China berpotensi memiliki hingga 200 juta rumah tangga satu orang pada tahun 2030, dengan lebih dari 30% penduduknya tinggal sendirian, menurut proyeksi yang diterbitkan pada tahun 2021 oleh perusahaan riset properti Beike Research Institute.
Survei pemerintah terpisah yang dilakukan pada tahun 2021 menemukan hampir 60% warga China berusia 60 tahun ke atas tinggal sendirian atau hanya dengan pasangan, meningkat sekitar 10 poin persentase dari tahun 2010.
Baca juga: Trump Batalkan Pertemuan AS-Iran, Dorong Para Pengunjuk Rasa Mengambil Alih Institusi
(sya)
Lihat Juga :