AS Warning Warganya Tinggalkan Iran Sekarang Juga, Invasi Segera Dimulai?

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:40 WIB
loading...
AS Warning Warganya...
Demo pro-pemerintah Iran muncul di Teheran pada Senin (12/1/2026) sebagai tandingan atas demo anti-rezim. Sementara itu, AS peringatkan semua warganya untuk meninggalkan Iran. Foto/via Iran International
A A A
TEHERAN - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah mengeluarkan peringatan keamanan mendesak, memperingatkan semua warga negara Amerika di Iran untuk segera meninggalkan negara itu. Peringatan ini memicu kekhawatiran bahwa Washington akan segera menginvasi Teheran.

Republik Islam Iran telah dilanda protes nasional sejak akhir Desember, yang mengakibatkan bentrokan mematikan dengan pihak berwenang. Teheran telah memberlakukan pembatasan ketat, mematikan jaringan seluler dan internet untuk mengekang apa yang digambarkan sebagai kekerasan yang dipicu oleh pihak asing.

Baca Juga: Iran Nyatakan Siap Perang, Tak Gentar dengan Ancaman AS

“Tinggalkan Iran sekarang juga,” bunyi peringatan Kedutaan Besar Virtual AS di Teheran, yang dioperasikan Departemen Luar Negeri, pada hari Senin.

Mereka mendesak warga AS untuk membuat penilaian risiko dan rencana perjalanan mereka sendiri. "Karena pemerintah AS tidak dapat menjamin keselamatan Anda jika Anda memilih untuk pergi," lanjut peringatan tersebut.

“Warga negara AS berisiko tinggi untuk diinterogasi, ditangkap, dan ditahan di Iran,” imbuh peringatan tersebut, menambahkan bahwa kepemilikan paspor Amerika saja dapat menjadi alasan penahanan, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Selasa (13/1/2026).

Peringatan tersebut menyatakan bahwa warga negara ganda harus keluar hanya menggunakan paspor Iran mereka.

Peringatan tersebut selanjutnya menginstruksikan mereka yang tidak dapat berangkat untuk mencari lokasi yang aman di dalam tempat tinggal atau bangunan aman lainnya dan menimbun makanan, air, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya.

Ketegangan antara Teheran, Washington, dan Tel Aviv tetap tinggi sejak musim panas 2025, ketika AS bergabung dengan Israel dalam perang melawan Republik Islam Iran dan mengebom situs nuklir utama Teheran.

Presiden Donald Trump berpendapat bahwa serangan itu mencegah pengembangan senjata nuklir—klaim yang dibantah oleh Teheran.

Pekan lalu, Trump secara terbuka menyatakan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan "beberapa opsi yang sangat kuat", dengan potensi serangan udara digambarkan sebagai salah satu dari banyak opsi yang ada.

Sebagai respons, para pejabat Teheran telah bersumpah bahwa pangkalan dan personel militer AS dan Israel akan menjadi target yang sah jika Washington ikut campur urusan dalam negeri Iran.

Teheran juga mengeklaim memiliki bukti adanya penyusup yang didukung asing, termasuk agen Mossad, yang berupaya menciptakan kekacauan dan memberi Washington dalih untuk campur tangan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Amankan 119 Orang saat...
Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, Polisi Cari Aktor Intelektual
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Berita Terkini
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved