AS Warning Warganya Tinggalkan Iran Sekarang Juga, Invasi Segera Dimulai?
Selasa, 13 Januari 2026 - 10:40 WIB
loading...
A
A
A
Ketegangan antara Teheran, Washington, dan Tel Aviv tetap tinggi sejak musim panas 2025, ketika AS bergabung dengan Israel dalam perang melawan Republik Islam Iran dan mengebom situs nuklir utama Teheran.
Presiden Donald Trump berpendapat bahwa serangan itu mencegah pengembangan senjata nuklir—klaim yang dibantah oleh Teheran.
Pekan lalu, Trump secara terbuka menyatakan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan "beberapa opsi yang sangat kuat", dengan potensi serangan udara digambarkan sebagai salah satu dari banyak opsi yang ada.
Sebagai respons, para pejabat Teheran telah bersumpah bahwa pangkalan dan personel militer AS dan Israel akan menjadi target yang sah jika Washington ikut campur urusan dalam negeri Iran.
Teheran juga mengeklaim memiliki bukti adanya penyusup yang didukung asing, termasuk agen Mossad, yang berupaya menciptakan kekacauan dan memberi Washington dalih untuk campur tangan.
Presiden Donald Trump berpendapat bahwa serangan itu mencegah pengembangan senjata nuklir—klaim yang dibantah oleh Teheran.
Pekan lalu, Trump secara terbuka menyatakan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan "beberapa opsi yang sangat kuat", dengan potensi serangan udara digambarkan sebagai salah satu dari banyak opsi yang ada.
Sebagai respons, para pejabat Teheran telah bersumpah bahwa pangkalan dan personel militer AS dan Israel akan menjadi target yang sah jika Washington ikut campur urusan dalam negeri Iran.
Teheran juga mengeklaim memiliki bukti adanya penyusup yang didukung asing, termasuk agen Mossad, yang berupaya menciptakan kekacauan dan memberi Washington dalih untuk campur tangan.
(mas)
Lihat Juga :