Iran Nyatakan Siap Perang, Tak Gentar dengan Ancaman AS
Selasa, 13 Januari 2026 - 06:53 WIB
loading...
A
A
A
"[Namun], ide-ide dan ancaman yang diusulkan Washington terhadap negara kami tidak sesuai," kata Araghchi.
“Kami siap duduk di meja perundingan nuklir, asalkan tanpa ancaman atau perintah,” ujarnya, mempertanyakan apakah Washington “siap untuk negosiasi yang adil dan jujur”.
“Ketika sudah siap, kami akan mempertimbangkan masalah ini dengan serius,” katanya.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan pada hari Minggu bahwa militer AS dan Israel akan menjadi “target yang sah” jika Washington ikut campur dalam kerusuhan saat ini. Dia memperingatkan Washington tentang “kesalahan perhitungan”.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menuduh Iran mengirimkan pesan yang “sangat berbeda” kepada AS secara pribadi, dibandingkan dengan pernyataan publiknya. Itu disampaikan Leavitt dalam sebuah wawancara dengan program Fox News "America Reports" pada hari Senin.
Wall Street Journal melaporkan pada hari Senin bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan tawaran Iran untuk terlibat dalam pembicaraan militer lebih lanjut, bahkan ketika Trump sedang mempertimbangkan serangan terhadap negara tersebut.
Tahun lalu, AS mengebom tiga situs nuklir Iran ketika bergabung dengan perang 12 hari Israel melawan Iran.
“Kami siap duduk di meja perundingan nuklir, asalkan tanpa ancaman atau perintah,” ujarnya, mempertanyakan apakah Washington “siap untuk negosiasi yang adil dan jujur”.
“Ketika sudah siap, kami akan mempertimbangkan masalah ini dengan serius,” katanya.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan pada hari Minggu bahwa militer AS dan Israel akan menjadi “target yang sah” jika Washington ikut campur dalam kerusuhan saat ini. Dia memperingatkan Washington tentang “kesalahan perhitungan”.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menuduh Iran mengirimkan pesan yang “sangat berbeda” kepada AS secara pribadi, dibandingkan dengan pernyataan publiknya. Itu disampaikan Leavitt dalam sebuah wawancara dengan program Fox News "America Reports" pada hari Senin.
Wall Street Journal melaporkan pada hari Senin bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan tawaran Iran untuk terlibat dalam pembicaraan militer lebih lanjut, bahkan ketika Trump sedang mempertimbangkan serangan terhadap negara tersebut.
Tahun lalu, AS mengebom tiga situs nuklir Iran ketika bergabung dengan perang 12 hari Israel melawan Iran.
(mas)
Lihat Juga :