500 Demonstran Tewas Jadi Dalih Kuat AS Akan Serang Iran

Senin, 12 Januari 2026 - 14:23 WIB
loading...
500 Demonstran Tewas...
Donald Trump menyiapkan serangan militer ke Iran karena ratusan demonstran sudah tewas. Foto/X/@Osint613
A A A
TEHERAN - Presiden Donald Trump mengatakan militer AS sedang mempertimbangkan "opsi yang sangat kuat" di Iran . Itu dikarenakan protes anti-pemerintah yang dilaporkan telah menewaskan ratusan orang memasuki minggu ketiga.

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS mengatakan telah memverifikasi kematian hampir 500 demonstran dan 48 personel keamanan di Iran, sementara sumber-sumber mengatakan kepada BBC bahwa jumlah korban tewas bisa jauh lebih tinggi.

Trump telah mengancam akan campur tangan, dan mengatakan pada hari Minggu bahwa pejabat Iran telah menghubunginya "untuk bernegosiasi" - tetapi menambahkan "kita mungkin harus bertindak sebelum pertemuan".

Para pemimpin Iran telah menggambarkan para demonstran sebagai "sekelompok perusak", dan menyerukan kepada pendukung mereka untuk ikut serta dalam pawai pro-pemerintah pada hari Senin.

Pemerintah juga mengumumkan tiga hari berkabung untuk apa yang disebutnya sebagai "martir" yang tewas dalam "pertempuran nasional melawan AS dan Israel" - dua negara yang menurut Teheran memicu kerusuhan.

Kemarahan atas anjloknya nilai mata uang Iran memicu protes pada akhir Desember, yang telah berkembang menjadi krisis legitimasi bagi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Trump belum menjelaskan lebih lanjut tentang apa yang dipertimbangkan AS dalam hal opsi militer, maupun tentang negosiasi yang diusulkan, meskipun mengatakan bahwa "pertemuan sedang diatur" dengan para pejabat Iran.

Ia menambahkan bahwa para pemimpin Iran "ingin bernegosiasi", karena "mereka lelah dipukuli oleh Amerika Serikat".

BacaJuga: Presiden Iran Sebut Para Perusuh Dilatih AS dan Israel, Masjid dan Al-Qur'an Pun Dibakar

Seorang pejabat AS mengatakan kepada mitra berita AS BBC, CBS, bahwa Trump telah diberi pengarahan tentang opsi serangan militer terhadap Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Laba Maskapai Penerbangan...
Laba Maskapai Penerbangan Global Diprediksi Anjlok Imbas Lonjakan Harga Avtur 
Rekomendasi
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
64 PSE Sudah Lapor ke...
64 PSE Sudah Lapor ke Komdigi, Nurul Arifin Berharap Angkanya Terus Meningkat
Berita Terkini
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved